Senin, 01 Juni 2026

Transformasi Pendidikan Indonesia: Langkah Kolaboratif Mitra Pendidikan Indonesia

Jumat, 18 Oktober 2024 12:21 WIB
Transformasi Pendidikan Indonesia: Langkah Kolaboratif Mitra Pendidikan Indonesia
Peserta Annual Joint Sector Review (AJSR) 2024 yang diselenggarakan oleh Mitra Pendidikan Indonesia di Jakarta. (Dok/Kemendikbudristek)
Jakarta (buseronline.com) - Mitra Pendidikan Indonesia (MPI), berkolaborasi dengan Kemendikbudristek serta Kemenag, kembali menyelenggarakan Annual Joint Sector Review (AJSR), 16-17 Oktober 2024 di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak dari lembaga pemerintah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta.

AJSR 2024 bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia dengan fokus pada aspek data dan bukti, kebijakan responsif gender, koordinasi lintas sektor, kesetaraan, serta efisiensi pembiayaan. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk mengukur pelaksanaan dokumen Partnership Compact (PC) Indonesia yang dipublikasikan melalui Global Partnership for Education (GPE).

Irsyad Zamjani, Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, menilai AJSR sebagai kesempatan penting bagi kolaborasi mitra-mitra pendidikan. "Forum ini diharapkan menjadi katalis dalam mengakselerasi kebijakan pendidikan, baik saat ini maupun di masa depan," katanya.

Dari perspektif legislatif, Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, menyampaikan bahwa AJSR 2024 membuka ruang diskusi untuk menyelesaikan tantangan pendidikan. "Masukan dalam forum ini penting sebagai pertimbangan kebijakan mendatang," ungkap Hetifah.

UNICEF Indonesia melalui perwakilannya, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya forum ini dalam menjamin hak anak atas pendidikan berkualitas. Isu perubahan iklim juga dibahas sebagai salah satu tantangan yang dihadapi sektor pendidikan, di mana Indonesia telah mengintegrasikannya dalam Kurikulum Merdeka.

Program INOVASI, didukung Multiplier Grant dari GPE dan dikelola Save the Children, terus mendorong pembaruan pendidikan melalui program KREASI. CEO GPE, Laura Frigenti, menekankan pentingnya pembiayaan inovatif untuk membuka lebih banyak peluang pembelajaran.

Dalam sesi refleksi, semua pihak sepakat bahwa pendidikan berkualitas untuk seluruh anak di Indonesia hanya dapat tercapai melalui kerja sama erat antara pemerintah dan mitra dari berbagai sektor. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
Mendikdasmen Tinjau Persiapan Sekolah Terintegrasi di Teluk Bintuni
Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Menjaga Perdamaian Dunia
PSG Juara Liga Champions 2025/2026 Setelah Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti
komentar
beritaTerbaru