Senin, 01 Juni 2026

UNESCO: Indonesia Ciptakan Standar Baru Kegiatan

Selasa, 08 Oktober 2024 10:15 WIB
UNESCO: Indonesia Ciptakan Standar Baru Kegiatan
Gateways Lead UNESCO, Mark West, memuji penyelenggaraan kegiatan Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) 2024 disampaikannya saat pidato penutupan di Museum Seni Agung Rai (ARMA), Ubud, Bali, Kamis (3/10/2024). (Dok/Kemendikbudristek)
Bali (buseronline.com) - Mark West, Gateways Lead UNESCO, memberikan pujian terhadap penyelenggaraan Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) di Bali, 1-3 Oktober 2024. Menurut Mark, metode penyampaian yang inovatif serta perhatian pada detail dalam setiap aspek acara berhasil menarik partisipasi aktif dari semua peserta selama tiga hari tersebut. Pujian tersebut disampaikannya dalam pidato penutup sebelum delegasi melanjutkan program kebudayaan di Museum Seni Agung Rai (ARMA) di Ubud.

Mark menekankan, “Kegiatan ini menunjukkan perhatian luar biasa terhadap detail, memungkinkan kita untuk menikmati keindahan budaya Bali. Pameran yang disajikan sangat informatif, dan banyak ruang untuk berjejaring, sehingga diharapkan kolaborasi di masa mendatang akan terjalin.” ujarnya di Ubud, Kamis.

Dalam pidato penutupnya, Mark mencatat beberapa poin penting dari acara tersebut. Ia terkesan dengan penggunaan kata merdeka dalam program digital Kemendikbudristek, yang mencerminkan pentingnya pengembangan produk berdasarkan kebutuhan pengguna. Mark menyatakan bahwa kebermanfaatan dan keberlanjutan program harus menjadi fokus utama.

Ia juga mencatat bahwa platform teknologi tidak perlu dibuat rumit untuk tampak modern; yang terpenting adalah kemudahan aplikasi di berbagai perangkat, terutama smartphone. “Ide Kemendikbudristek untuk mendesain produk yang dapat ditingkatkan sejak awal sangat menarik. Teknologi harus berfungsi sebagai informan dan penyedia data untuk perbaikan sistem,” ungkap Mark.

Ia menutup dengan menyatakan bahwa Kemendikbudristek telah menciptakan dampak yang tidak dapat diubah, dengan produk dan platform yang sangat membantu guru, kepala sekolah, dan siswa, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efisien, tanpa terhalang oleh keterbatasan geografi dan infrastruktur. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
Mendikdasmen Tinjau Persiapan Sekolah Terintegrasi di Teluk Bintuni
Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Menjaga Perdamaian Dunia
PSG Juara Liga Champions 2025/2026 Setelah Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti
komentar
beritaTerbaru