Selasa, 22 September 2026

Jambore Gempita 2026 Ajak Anak Bandung Baca, Berkarya, dan Berdaya

Selasa, 22 September 2026 14:10 WIB
Jambore Gempita 2026 Ajak Anak Bandung Baca, Berkarya, dan Berdaya
Jambore Gempita 2026 digelar di Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Nomor 12, Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Jumat (18/9/2026).

Bandung (buseronline.com) - Jambore Gempita 2026 (Gerakan Masyarakat Pintar) menghadirkan beragam kegiatan literasi yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak dan masyarakat Kota Bandung.

Dilansir dari laman Jabarprov, mengusung tema "Baca, Berkarya, Berdaya", kegiatan yang digelar di Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Nomor 12, Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, pada 18 September 2026, tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Kegiatan yang digagas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung itu melibatkan anak-anak, pelajar, orang tua, guru, komunitas literasi, serta berbagai mitra. Sejumlah aktivitas literasi, edukasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat turut meramaikan kegiatan.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian yakni mewarnai bentangan kain sepanjang 21,6 meter yang dilakukan oleh 216 siswa sekolah dasar. Para peserta merupakan siswa kelas 4, 5, dan 6.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dengan PT Gramedia dalam rangka HJKB ke-216. Selain itu, Jambore Gempita 2026 diisi dengan pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Bertutur dan Resensi Buku.

Kegiatan juga dimeriahkan bedah buku Mereka Besar Karena Membaca karya Suherman, penampilan para juara Lomba Bertutur Tingkat SD dan Anak Istimewa, serta pemutaran video juara Lomba Resensi Buku tingkat SMP dan SMA yang dilanjutkan sesi tanya jawab.

Peserta juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya, seperti bazar buku Tenda Gramedia dan IKAPI Jawa Barat, bazar makanan dan minuman, permainan interaktif, layanan Perpustakaan Keliling Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, hingga peluncuran Titik Baca.

Tak hanya literasi konvensional, Jambore Gempita 2026 turut memberikan edukasi mengenai keamanan digital melalui BERAKSI Digital Safety Corner dari Telkom University.

Program BERAKSI atau Berani Atasi Kekerasan Seksual Sejak Dini menghadirkan simulasi board game interaktif berbasis VR dan AI bagi anak. Selain itu, tersedia sesi berbagi dan konsultasi bersama psikolog bagi guru dan orang tua mengenai pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan perkembangan anak.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak.

Menurut Asep, literasi di era derasnya arus informasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, membedakan informasi yang benar dan keliru, serta mengolah pengetahuan menjadi karya yang bermanfaat.

"Melimpahnya informasi belum tentu membuat kita semakin literat. Karena itu, literasi harus dimaknai lebih luas. Literasi bukan sekadar bisa membaca dan menulis," ujarnya.

Ia mengatakan, tema "Baca, Berkarya, Berdaya" menggambarkan proses bagaimana kebiasaan membaca dapat melahirkan pengetahuan yang kemudian berkembang menjadi karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kita mulai dari membaca. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan lahir karya yang berdaya dan memberi manfaat bagi sesama," katanya.

Asep juga mengapresiasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung yang dinilai konsisten menghadirkan inovasi dalam membangun budaya literasi. Menurutnya, perpustakaan ke depan harus berkembang menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan berkreasi.

"Ke depan perpustakaan ini tidak boleh hanya menjadi tempat buku. Perpustakaan harus menjadi ruang publik untuk belajar, berdiskusi, dan berkreasi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, Jambore Gempita 2026 memberikan ruang bagi anak dan pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap literasi.

Menurut Kenny, berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan sejak Juli 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong budaya literasi sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menuangkan ide, gagasan, dan kreativitas melalui karya.

"Jambore Gempita 2026 juga memberikan ruang bagi anak dan pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan mereka terhadap literasi melalui berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan sejak Juli 2026," katanya.

Melalui Jambore Gempita 2026, gerakan literasi di Kota Bandung tidak hanya diarahkan pada aktivitas membaca, tetapi juga dikembangkan menjadi kemampuan berpikir, berkarya, dan berdaya.

Pemko Bandung juga memperkuat akses masyarakat terhadap bahan bacaan melalui program Titik Baca yang ditempatkan di Posyandu dan ruang pelayanan publik. Masyarakat juga dikenalkan dengan MACA, layanan yang memungkinkan akses terhadap berbagai judul buku melalui teknologi digital.

Seluruh rangkaian Jambore Gempita 2026 ditutup pada pukul 16.30 WIB. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat, pegiat literasi, pelajar, dan berbagai mitra dalam memadukan budaya baca, kreativitas, edukasi, teknologi, serta kolaborasi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Disdagin Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembinaan dan Perluasan Pasar
Kampoeng Rajoet Binong Jati Ubah Botol Plastik Jadi Benang
Wali Kota Bandung Ajak HMI Jadi Mitra Kritis Pemerintah dalam Membangun Kota
DPRD Kota Bandung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Kadisdik Jabar: Pendidikan HAM Sejak Dini Cegah Perundungan dan Diskriminasi
Festival Literasi Kota Bandung 2026 Dorong Budaya Baca Lewat Inovasi Digital
komentar
beritaTerbaru