"Pendidikan bukan hanya bagaimana setiap negara kita bergerak ke depan, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan kita bersama dan membangun masa depan ASEAN," kata Desmond Lee.
Pertemuan tersebut juga menetapkan tiga fokus utama pengembangan pendidikan ASEAN ke depan, yaitu adaptasi AI dalam pembelajaran, penguatan pendidikan STEM, serta pengembangan karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan global.
Di sela-sela kegiatan, delegasi Indonesia mengunjungi North Vista Primary School di Singapura untuk melihat implementasi pembelajaran AI dan STEM. Delegasi juga meninjau makerspace, ruang pembelajaran yang memungkinkan murid menerapkan teori melalui berbagai eksperimen dan praktik.
Sebagai tindak lanjut ASEAN Work Plan on Education 2026-2030, Singapura memperkenalkan sejumlah program kolaborasi pendidikan, antara lain ASEAN Plus 3 STEM Camp, ASEAN Student Adventure Camp, dan ASEAN Values Education Network for Unity and Engagement (AVENUE) sebagai upaya memperkuat kerja sama pendidikan di kawasan. (R)
beritaTerkait
komentar