Senin, 29 Juni 2026

Revitalisasi SMK Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Wamendikdasmen Tekankan Tata Kelola yang Baik

Senin, 29 Juni 2026 16:00 WIB
Revitalisasi SMK Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Wamendikdasmen Tekankan Tata Kelola yang Baik
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat membuka Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2026 Tahap 10 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/6/2026).

Tangerang (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.

Hal itu disampaikan Atip saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2026 Tahap 10 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu.

Menurut Atip, revitalisasi SMK tidak hanya berfokus pada pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga mendorong transformasi menyeluruh dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi.

"Revitalisasi SMK bukan hanya sekadar pembangunan atau perbaikan sarana prasarana, tetapi merupakan transformasi menyeluruh, mencakup perubahan paradigma, tata kelola, proses pembelajaran, penguatan kemitraan dengan dunia kerja, serta peningkatan kualitas lulusan," ujarnya dilansir dari laman Kemendikdasmen.

Ia mengatakan, program tersebut selaras dengan Asta Cita ke-4 Presiden dan Wakil Presiden yang menempatkan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan teknologi sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

Atip menilai pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global. Karena itu, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas yang memadai, tetapi juga oleh tata kelola pelaksanaan yang akuntabel.

Ia menekankan seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga pengawasan, harus dilakukan secara matang, tepat waktu, transparan, dan sesuai ketentuan agar manfaat bantuan benar-benar dirasakan oleh peserta didik.

Selain itu, Atip menyebut Program Revitalisasi SMK merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Melalui prinsip swakelola, sekolah dan masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan sehingga tercipta rasa memiliki serta semangat gotong royong.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa Bimtek diselenggarakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada sekolah penerima bantuan mengenai mekanisme pelaksanaan program, mulai dari perencanaan teknis, pengelolaan administrasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Ia mengungkapkan, hingga Tahap 9, sebanyak 1.333 SMK telah mengikuti Bimtek Revitalisasi SMK Tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 688 SMK telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan penyaluran dana termin pertama mencapai Rp656 miliar.

Bantuan tersebut tersebar di 34 provinsi, dengan Provinsi Aceh menjadi daerah penerima terbanyak, yakni 94 SMK. Sebanyak 59 persen penerima bantuan merupakan SMK swasta dan 41 persen merupakan SMK negeri.

Adapun pada Tahap 10, Bimtek diikuti 302 SMK calon penerima bantuan dengan total 604 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan ketua tim perencana dari masing-masing sekolah.

Peserta memperoleh pembekalan mengenai mekanisme penyaluran bantuan, perencanaan konstruksi, pengelolaan administrasi, serta tata kelola dan pelaporan pertanggungjawaban.

Menutup arahannya, Atip berharap seluruh sekolah penerima bantuan dapat melaksanakan program revitalisasi secara cermat, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta menjadikan program tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi.

Melalui Program Revitalisasi SMK, pemerintah berharap semakin banyak lulusan SMK yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil bagi pembangunan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pendidikan Seni Sejak Dini Dinilai Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuhnya Inovasi dan Kemandirian Siswa
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Wamendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Tabanan, Pemerintah Targetkan Tak Ada Sekolah Rusak Berat pada 2028
Wamendikdasmen Dorong Penguatan Trigatra Bangun Bahasa dan Transformasi Digital Pendidikan di Dumai
Wamendikdasmen Dorong Penguatan Sekolah Rakyat dan Jamin Akses Kuliah bagi Siswa
komentar
beritaTerbaru