Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) meluncurkan program "KPK Mengajar" sebagai bagian dari rangkaian Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026.
Dilansir dari laman
KPK, program ini bertujuan memperkuat pendidikan antikorupsi dan menanamkan nilai-nilai integritas kepada para pelajar di berbagai daerah Indonesia. Pada tahun perdananya, program "
KPK Mengajar" menjangkau 12 sekolah.
Sebanyak 10 sekolah berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.
Dua sekolah lainnya berada di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari implementasi Integrity Project yang akan diperkenalkan pada
KPK Student Camp 2026.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi perlu menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi. Menurutnya, nilai integritas menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih baik.
"Di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, nilai-nilai integritas menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik," ujar Budi.
Salah satu pelaksanaan program ini telah berlangsung di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 4 Lombok Barat pada 12-15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian JNBA di NTB, sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Dalam pelaksanaannya, program "
KPK Mengajar" melibatkan langsung insan
KPK sebagai pengajar. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berinteraksi dengan siswa, berbagi pengalaman, serta membangun dialog dua arah untuk menumbuhkan pemahaman tentang kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.
Selain kegiatan pembelajaran, sejumlah sekolah juga akan menerima bantuan perangkat laptop melalui kerja sama dengan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) serta dukungan Bank Mandiri. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar dan memperluas akses pendidikan bagi siswa.
KPK berharap, meskipun kontribusi yang diberikan masih terbatas, program ini dapat memberikan dampak nyata bagi sekolah-sekolah yang dikunjungi serta menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Melalui langkah kecil ini, kami berharap semangat integritas dapat tumbuh seiring kepedulian sosial, serta membuat anak-anak yakin bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam meraih masa depan," kata Budi. (R)
beritaTerkait
komentar