Bangkalan (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang berlangsung di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Kehadiran Presiden Prabowo menjadi penutup rangkaian forum strategis NU yang mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa." Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, para menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Kegiatan kemudian diisi dengan laporan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, taujihat Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta doa bersama sebelum Presiden menyampaikan sambutan penutupan.
Dalam laporannya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo. Menurutnya, kehadiran kepala negara menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga besar NU setelah seluruh rangkaian pembahasan Munas dan Konbes berhasil diselesaikan sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar ke-35 NU.
"Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia," ujar Gus Yahya.
Ia juga menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga dan merawat bangsa serta negara, sekaligus memohon doa restu agar penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dapat berjalan lancar.
Sementara itu, Presiden Prabowo mengaku merasa terhormat dapat hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan NU yang telah terjalin sejak masa kecil.
"Saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa," kata Presiden.
Presiden juga menilai NU memiliki karakter khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Menurutnya, semangat cinta Tanah Air telah menjadi bagian dari identitas NU sejak jauh sebelum Indonesia merdeka.
"Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik," ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo memberikan penghargaan atas kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia menilai keluarga besar NU selalu hadir saat bangsa menghadapi berbagai tantangan dan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.
"Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara," tegasnya.
Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua MUI KH M Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis NU sekaligus penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat khidmat bagi kemaslahatan bangsa dan negara. (DKI1)
beritaTerkait
komentar