Tangerang (buseronline.com) - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 10 Agustus 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (
Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti meminta kepala sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) menjadi penggerak utama dalam membangun budaya pendidikan yang bermutu.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan TPP SNT dalam kegiatan Pendidikan, Pelatihan, dan Pembekalan di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat.
Abdul Mu'ti mengatakan, kepala sekolah dan TPP memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan SNT. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendorong murid mengembangkan potensinya.
"Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia. Mari kita wujudkan mimpi Indonesia Hebat melalui prestasi anak-anak bangsa. Jalankan tugas ini dengan penuh dedikasi, sukacita, dan semangat untuk terus belajar," kata Abdul Mu'ti dilansir dari laman Kemendikdasmen.
Ia menegaskan, seorang pendidik tidak boleh berhenti belajar. Guru dituntut terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjadi pembimbing sekaligus sumber inspirasi bagi peserta didik.
"Guru harus terus belajar. Kita mengajar agar murid belajar, dan pada saat yang sama mengajar juga merupakan proses untuk kita terus belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri," ujarnya.
Menurut Abdul Mu'ti, SNT sebagai satuan pendidikan yang sedang bertumbuh memiliki ruang besar untuk melakukan inovasi. Kepala sekolah dan pendidik didorong mempelajari berbagai praktik baik dari sekolah berkinerja unggul, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Praktik tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun budaya mutu, namun tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan murid dan karakteristik masing-masing sekolah.
Mendikdasmen juga menekankan pentingnya pelaksanaan
MPLS sebagai pengalaman awal yang positif bagi murid. Pada masa tersebut, kepala sekolah dan TPP diharapkan mampu memperkenalkan lingkungan sekolah, membangun rasa memiliki, menciptakan interaksi yang sehat, serta menanamkan budaya belajar, disiplin, kolaborasi, dan semangat berprestasi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan kepala sekolah dan TPP SNT telah melalui proses seleksi serta pembekalan sebelum menjalankan tugas.
Seleksi kepala sekolah SNT diikuti sekitar 8.000 kepala sekolah melalui sejumlah tahapan. Setelah proses seleksi berlapis, terpilih kepala sekolah yang akan memimpin penyelenggaraan SNT.
Sedangkan TPP dipilih oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari sekitar 60.000 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah memenuhi persyaratan.
beritaTerkait
komentar