Selama pembekalan, para peserta mendapatkan materi mengenai kepemimpinan dan pembelajaran. Mereka juga melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan pendidikan di masing-masing lokasi.
Kesiapan tersebut meliputi ruang kelas, laboratorium, serta berbagai fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk menunjang aktivitas murid.
Gogot berharap kepala sekolah dan TPP mampu menjadi motor pengembangan SNT dan memastikan pendidikan bermutu dapat dirasakan sejak hari pertama murid memasuki sekolah.
"Semoga kegiatan ini menjadikan kepala sekolah dan TPP menjadi penggerak utama pengembangan SNT. Kehadiran SNT juga diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan, katalisator pemerataan mutu, serta model penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Sport (STEMS), Pembelajaran Mendalam, dan Digitalisasi Pembelajaran," kata Gogot.
Pelaksanaan MPLS perdana pada 10 Agustus 2026 akan menjadi momentum awal bagi kepala sekolah dan TPP untuk menerapkan hasil pembekalan. Melalui kepemimpinan yang kuat, pendidik yang terus belajar, dan budaya sekolah yang berorientasi pada perkembangan murid, SNT diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan pendidikan sekaligus mendorong pemerataan mutu pendidikan di wilayah sekitarnya. (R)
beritaTerkait
komentar