Banyumas (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melaksanakan tahap seleksi Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026.
Dilansir dari laman Jatengprov, proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, pengelola pondok pesantren, hingga akademisi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa tidak akan ada perlakuan khusus bagi peserta dalam proses seleksi.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Andalusia Bershalawat di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jumat. "Jadi jangan berharap nanti nitip Pak Yasin supaya bisa lolos ya. Kami ingin terbuka," ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Menurutnya, mekanisme seleksi tidak hanya dilakukan melalui administrasi, tetapi juga menguji kemampuan peserta dalam membaca kitab kuning sebagai bagian dari penilaian kompetensi keilmuan santri.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 800 santri telah mendaftarkan diri melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni untuk mengikuti program beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah.
Untuk program beasiswa luar negeri, masa pendaftaran telah berakhir pada 13 Juni 2026 dan kini memasuki tahap seleksi yang berlangsung hingga 4 Juli 2026.
Sementara itu, pendaftaran beasiswa program Sarjana (S1) dalam negeri masih dibuka hingga 10 Juli 2026, dengan proses seleksi dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026.
beritaTerkait
komentar