Rabu, 12 Agustus 2026

Seleksi Beasiswa Santri Jateng 2026 Dimulai, Lebih dari 800 Pendaftar Ikuti Tahap Penyaringan

Senin, 22 Juni 2026 09:38 WIB
Seleksi Beasiswa Santri Jateng 2026 Dimulai, Lebih dari 800 Pendaftar Ikuti Tahap Penyaringan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri acara Andalusia Bershalawat di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jumat (19/6/2026).

Banyumas (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melaksanakan tahap seleksi Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, pengelola pondok pesantren, hingga akademisi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa tidak akan ada perlakuan khusus bagi peserta dalam proses seleksi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Andalusia Bershalawat di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jumat. "Jadi jangan berharap nanti nitip Pak Yasin supaya bisa lolos ya. Kami ingin terbuka," ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Menurutnya, mekanisme seleksi tidak hanya dilakukan melalui administrasi, tetapi juga menguji kemampuan peserta dalam membaca kitab kuning sebagai bagian dari penilaian kompetensi keilmuan santri.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 800 santri telah mendaftarkan diri melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni untuk mengikuti program beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Untuk program beasiswa luar negeri, masa pendaftaran telah berakhir pada 13 Juni 2026 dan kini memasuki tahap seleksi yang berlangsung hingga 4 Juli 2026.

Sementara itu, pendaftaran beasiswa program Sarjana (S1) dalam negeri masih dibuka hingga 10 Juli 2026, dengan proses seleksi dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Gus Yasin mengatakan, program beasiswa santri dan pengasuh pesantren merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren.

Selain menyampaikan perkembangan program beasiswa, dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur juga menyerahkan tali asih (bisyaroh) kepada 18 santri penghafal Al-Qur'an dari Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para santri yang menghafalkan Al-Qur'an di pondok pesantren yang ada di Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap program beasiswa ini dapat mencetak generasi santri yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng Capai 81 Persen
PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare
Sekolah Rakyat di Jateng Tampung 2.692 Siswa, Jadi Upaya Putus Rantai Kemiskinan
Jateng Bentuk Tim Koordinasi Perkuat Pengembangan Geopark
komentar
beritaTerbaru