Rabu, 12 Agustus 2026

Pemko Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang dan Cabai

Rabu, 12 Agustus 2026 09:00 WIB
Pemko Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang dan Cabai
Pemko Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang rentan mengalami kenaikan, terutama bawang dan cabai.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang rentan mengalami kenaikan, terutama bawang dan cabai.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan komoditas bawang menjadi salah satu perhatian karena tingginya permintaan masyarakat, khususnya untuk kebutuhan industri kuliner dan pariwisata.

"Memang harga yang sangat rentan adalah beberapa harga yang kita anggap sebagai barang-barang atau komoditas yang sensitif terhadap kenaikan harga," ujar Farhan dilansir dari laman Jabarprov, Senin.

Menurut Farhan, tingginya permintaan bawang di Kota Bandung belum sepenuhnya diimbangi dengan produksi dari daerah pemasok, salah satunya Brebes. Produktivitas bawang di wilayah tersebut disebut mengalami fluktuasi sehingga berpotensi memengaruhi pasokan dan harga di pasaran.

"Permintaan warga Bandung terhadap bawang Brebes sangat tinggi. Orang Bandung seleranya tinggi karena rata-rata bawangnya untuk wisata, untuk industri kuliner. Jadi permintaan bawang Brebes ini tinggi sekali, sedangkan produktivitas Brebes juga naik turun," katanya.

Selain bawang merah, Pemko Bandung juga mencermati ketersediaan bawang putih dan bawang bombai yang pasokannya berasal dari luar daerah maupun impor.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena adanya potensi kekeringan di sejumlah wilayah sentra produksi pangan. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Gubernur Jawa Barat, periode kekeringan diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

"Agustus sampai Oktober belum musim tanam. Musim tanamnya mulai September. Jadi diharapkan September-Oktober ini tidak mengganggu," tutur Farhan.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, Pemko Bandung memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Pemkot memastikan pasokan bahan pangan segar dari berbagai daerah tetap masuk ke Kota Bandung. Pasokan tersebut berasal dari sekitar 16 provinsi serta sejumlah komoditas impor yang didistribusikan melalui pasar induk.

"Yang kita lakukan sekarang adalah memastikan suplai bahan makanan segar dari 16 provinsi dan bahan-bahan impor semuanya bisa masuk ke Kota Bandung lewat dua-tiga pasar induk utama yang menjadi jaring rantai pasok utama di Kota Bandung," jelasnya.

Di sisi lain, operasi pasar tetap menjadi salah satu langkah Pemkot Bandung untuk menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang dinilai rentan secara ekonomi berdasarkan pemetaan dari tingkat kelurahan.

"Operasi pasar tetap akan berjalan, terutama untuk mereka-mereka yang hasil masukan dari kelurahan adalah yang rentan daya belinya. Kelompok rentan daya beli akan dapat bantuan untuk membeli barang-barang yang murah tersebut," kata Farhan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Hari Anak Nasional, BBPMP Jabar Perkuat Komitmen Wujudkan PAUD Aman dan Berkualitas
Sengketa Lahan, Pemko Bandung Pastikan Pendidikan 900 Siswa SDN 026 Bojongloa Tetap Berjalan
Ketua TP PKK Jabar: UMKM Harus Jadi Penggerak Kesejahteraan Keluarga
Menko Polkam Minta TNI-Polri Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat
Dedi Mulyadi Dorong LPM Percepat Pembangunan Desa di Jawa Barat
Dedi Mulyadi Ajak Insan Akademik Hasilkan Karya dan Dampak Nyata bagi Masyarakat  Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaja
komentar
beritaTerbaru