"Jadi, kurikulum ini agar anak-anak kita bisa mengenal sistem ekonomi kerakyatan, bergotong royong, bekerja sama, dan ending-nya kesejahteraan bersama," jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah juga telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, pada 5-7 Mei 2026.
FGD tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Jateng, Dinas Pendidikan Kota Semarang, tim ahli, hingga praktisi koperasi.
Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan materi kurikulum sesuai kebutuhan lapangan dan dapat diterapkan secara efektif di sekolah.
"Rancangan ini sudah kami awali Oktober 2025. Jadi, sudah enam bulan kami bekerja. Respons para guru juga luar biasa," tutur Bramianto. (R)
beritaTerkait
komentar