Rabu, 27 Mei 2026

Efri Meldi dan Tim Basket Kursi Roda Indonesia Persiapkan Diri Hadapi ASEAN Para Games 2025

Sabtu, 12 Oktober 2024 04:02 WIB
Efri Meldi dan Tim Basket Kursi Roda Indonesia Persiapkan Diri Hadapi ASEAN Para Games 2025
Pertandingan Exhibition Whell Chair Peparnas XVII antara tim Peparnas E (putih) melawan tim Peparnas C (14-merah) membawa bola, I Komang Saputra di Gor Sritek, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/10/2024). (Dok/PB Peparnas XVII)
Solo (buseronline.com) - Pertandingan ekshibisi cabang olahraga basket kursi roda di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 menjadi momen penting bagi persiapan Indonesia menghadapi ASEAN Para Games (APG) 2025. Meskipun tidak memperebutkan medali, antusiasme atlet basket kursi roda tetap terlihat saat berlaga di GOR Sritex Arena, Solo, Rabu.

Laga ekshibisi ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menjajal kekuatan tim nasional basket kursi roda Thailand, yang diundang ke Peparnas XVII. Selain itu, staf pelatih tim basket kursi roda Indonesia, yang dipimpin oleh Efri Meldi, memantau potensi talenta baru selama pertandingan.

Efri Meldi, pelatih muda yang sebelumnya mengasuh tim di Indonesia Basketball League (IBL), menjelaskan bahwa ajang ini berfungsi sebagai seleksi sebelum pelaksanaan pelatihan nasional (Pelatnas) yang dijadwalkan mulai Januari 2025. "Kami memproyeksikan ada 15 pemain untuk mengikuti Pelatnas, yang akan fokus pada tim 5 lawan 5 dan 3 on 3 dari tim putra dan putri," katanya.

Meldi, yang baru pertama kali mengasuh tim basket kursi roda, berencana mengadopsi program pelatihan dari Thailand, negara yang berhasil meraih tiga medali emas di ASEAN Para Games 2023. Ia mengakui bahwa Thailand merupakan acuan penting dalam pengembangan olahraga ini.

Selama Peparnas XVII, Meldi mengamati beberapa pemain berpotensi yang dapat mengikuti Pelatnas, meskipun ada aspek fundamental dan keterampilan individu yang perlu ditingkatkan. "Beberapa pemain sudah memiliki fisik yang baik, tetapi kita perlu mencari pemain dengan klasifikasi yang tepat untuk diperkuat," jelasnya.

Meldi menyadari tantangan baru dalam melatih basket kursi roda, terutama dalam hal komunikasi dengan pemain. Meskipun demikian, ia tetap optimis bahwa timnya bisa meraih medali di APG 2025, dengan target minimal medali perak.

Atlet basket kursi roda, I Komang Saputra, juga menyambut positif ajang ekshibisi ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan popularitas basket kursi roda di Indonesia, mendorong lebih banyak atlet disabilitas untuk bergabung dan berpartisipasi dalam seleksi.

Kedua, Komang dan Meldi sepakat bahwa Thailand adalah lawan terkuat di Asia Tenggara, tetapi mereka tetap optimis untuk membawa pulang medali dari APG 2025 di Kamboja. Komang, yang berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan mandiri, berharap bisa lolos seleksi Pelatnas dan berkontribusi bagi tim nasional. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru