Minggu, 26 April 2026

Wamenkes Dorong Percepatan Program Penanggulangan TB, Target Eliminasi 2030 Dikejar

Minggu, 26 April 2026 14:00 WIB
Wamenkes Dorong Percepatan Program Penanggulangan TB, Target Eliminasi 2030 Dikejar
Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Implementasi Program Tuberkulosis Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin P Octavianus menegaskan perlunya percepatan implementasi program penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui langkah yang lebih terukur, kolaboratif, dan berdampak.

Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Implementasi Program Tuberkulosis Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman Kemkes, Wamenkes menyebut TB masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional.

Indonesia, kata dia, masih termasuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia sehingga membutuhkan kerja bersama lintas sektor.

"Penanggulangan TB harus menjadi prioritas bersama, dengan kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, dan kepemimpinan yang kuat di seluruh tingkatan pemerintahan," ujar Benjamin.

Ia mengungkapkan, capaian indikator program TB pada awal 2026 masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, investigasi kontak, hingga pemberian terapi pencegahan. "Situasi ini harus dijawab dengan langkah yang lebih cepat, terukur, dan berdampak," tegasnya.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta merumuskan solusi konkret yang bisa segera diterapkan di daerah.

Dalam arahannya, Wamenkes menekankan beberapa langkah kunci, antara lain penguatan penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, percepatan terapi pencegahan, serta optimalisasi peran pemerintah daerah dan pemanfaatan data.

"Jangan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kita harus aktif menemukan kasus melalui skrining kelompok berisiko dan investigasi kontak," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan tidak ada pasien yang putus obat serta memperkuat peran komunitas dalam pendampingan pasien. Selain itu, terapi pencegahan perlu dipercepat, terutama bagi kontak serumah, anak-anak, dan kelompok rentan.

Lebih lanjut, Wamenkes menggarisbawahi pentingnya penggunaan data yang akurat dan real time sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

"Eliminasi TB tidak bisa dikerjakan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan mitra pembangunan," katanya.

Menutup sambutannya, Benjamin menyatakan optimistis target eliminasi TB pada 2030 dapat tercapai apabila seluruh pihak bekerja secara konsisten.

"Target eliminasi TB 2030 bukan hal mudah, namun sangat mungkin dicapai jika kita bekerja bersama secara konsisten," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru, Dorong Kolaborasi Nasional
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru Pendidikan Inklusif untuk Perkuat Layanan Setara
Wamenkes Tinjau Cek Kesehatan Gratis untuk Keluarga Pasien TB di Pati
Wamenkes Apresiasi Konsistensi Program Makan Bergizi Gratis Kolaborasi Grab-Ovo
PMI Jakarta Pusat Layani 1.000 Warga Sepanjang Awal 2026
Wamenkes Tekankan Peran Strategis Laboratorium Kesehatan dalam Transformasi Sistem Nasional
komentar
beritaTerbaru