"Melalui dukungan teknologi AI dan pemantauan terpusat di Command Center, kami dapat memantau proses secara real-time untuk menjaga konsistensi kualitas, higienitas, serta transparansi," ujar Neneng.
Sementara itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga terus dilakukan oleh dinas kesehatan setempat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 18 April 2026, sebanyak 13.956 SPPG atau sekitar 52,69 persen dari total 26.489 unit operasional di 37 provinsi telah mengantongi sertifikat tersebut sebagai jaminan mutu keamanan pangan.
Kunjungan ini diharapkan dapat memastikan bahwa standar kualitas dalam proses produksi dan distribusi makanan tetap terjaga, sekaligus menjadi model penguatan program serupa di berbagai daerah di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar