Jumat, 17 April 2026

Wamenkes Dorong Cek Kesehatan Gratis untuk Putus Rantai TB di Bandar Lampung

Jumat, 17 April 2026 12:50 WIB
Wamenkes Dorong Cek Kesehatan Gratis untuk Putus Rantai TB di Bandar Lampung
Kunjungan kerja Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus di Puskesmas Way Halim II, Selasa (14/4/2026).

Bandar Lampung (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mendorong pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara aktif hingga ke seluruh rumah tangga pasien tuberkulosis (TB) di Kota Bandar Lampung, Lampung, guna memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Dilansir dari laman Kemkes, program ini menargetkan sekitar 20.000 orang yang merupakan anggota keluarga dari 4.301 pasien TB pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, estimasi kasus TB di Bandar Lampung mencapai 5.868 kasus, dengan capaian penemuan sebanyak 882 kasus hingga April 2026.

Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Wamenkes bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus di Puskesmas Way Halim II, Selasa, yang turut didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Wamenkes yang akrab disapa Benny menegaskan bahwa deteksi TB selama ini masih berfokus pada pasien yang telah menunjukkan gejala. Padahal, bakteri TB dapat berada dalam kondisi tidak aktif (dorman) di tubuh seseorang tanpa gejala.

"Selama ini yang diobati hanya yang sakit. Program sekarang, seluruh anggota rumah tangga pasien TB harus diperiksa melalui CKG, termasuk pemeriksaan tensi darah, gula darah, dan rontgen. Jika hasilnya negatif, wajib menjalani terapi pencegahan (TPT) selama 12 minggu," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan TB yang dinilai sebagai kondisi darurat nasional. Berdasarkan data, sekitar 125.000 orang meninggal setiap tahun akibat TB, dan Indonesia menempati posisi kedua kasus TB terbanyak di dunia versi WHO.

Menurutnya, penanganan TB membutuhkan kerja lintas sektor, tidak hanya pengobatan pasien, tetapi juga perbaikan lingkungan tempat tinggal dan dukungan berbagai kementerian.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Kesehatan menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp4,1 triliun.

Dana ini dialokasikan untuk pengadaan alat rontgen, operasional pelacakan kontak erat, serta insentif kader TB, termasuk penempatan dua kader di setiap desa atau kelurahan di Lampung.

Setiap sesi CKG akan melayani sekitar 100 orang, dengan total sekitar 200 sesi yang direncanakan di Bandar Lampung. Selain itu, sistem pencatatan melalui SITB juga akan disederhanakan guna mempercepat pelaporan.

Secara nasional, kapasitas CKG ditargetkan menjangkau hingga 6 juta orang dengan tingkat notifikasi kasus di atas 90 persen pada tahun ini.

Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya penanggulangan TB.

"Kolaborasi dari tingkat provinsi hingga kelurahan, bersama kader, tokoh masyarakat, akademisi, dan jurnalis sangat penting. TB bukan penyakit yang harus ditakuti karena dapat diobati," ujarnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamenkes Dante Tegaskan Posko Kesehatan Gambir Siap Dukung Kenyamanan Mudik
Lepas Mudik Bersama Kemenkes, Wamenkes Dante: Mudik Itu Pulang dari Hati
Deteksi Dini TBC Diperkuat hingga ke Rumah, Wamenkes Benny: Kontak Erat Harus Diperiksa
Cakupan CKG Kabupaten Tangerang Capai 106 Persen, Wamenkes Dante Tinjau Puskesmas Cikupa
RI dan Arab Saudi Bersinergi Laksanakan Operasi Jantung di RSJPD Harapan Kita
Program CKG Perkuat Skrining Kanker Leher Rahim, Akses DNA HPV dan Self-Sampling Diperluas Pemerintah
komentar
beritaTerbaru