Senin, 01 Juni 2026

Sinergi Lintas Sektor, Pemkot Bandung Komitmen Atasi HIV/AIDS

Jumat, 23 Mei 2025 07:26 WIB
Sinergi Lintas Sektor, Pemkot Bandung Komitmen Atasi HIV/AIDS
Wali Kota Bandung, Farhan, menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam penanggulangan HIV/AIDS saat menerima audiensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung di Balai Kota, Selasa (20/5/2025). (Dok/Diskominfo Kota Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Bandung, Farhan, saat menerima audiensi dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Selasa.

Dalam pertemuan tersebut, Farhan menekankan bahwa Pemkot Bandung tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pemimpin dalam merumuskan arah kebijakan, mendorong kolaborasi, dan memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan bergerak secara terpadu.

“Pemerintah Kota Bandung hadir bukan hanya untuk memfasilitasi, tapi juga memimpin arah kebijakan, menggerakkan kolaborasi, dan memastikan bahwa semua pihak berjalan dalam satu arah yang terintegrasi,” ujar Farhan.

Audiensi ini menjadi sarana penting untuk mengevaluasi capaian Kota Bandung dalam menekan penyebaran HIV/AIDS dan menyusun strategi kolaboratif ke depan.

Farhan menyampaikan kesiapan Pemkot dalam menyesuaikan kebijakan dan tata kelola program guna mendukung upaya preventif, deteksi dini, edukasi, hingga pengobatan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).

“Kami ingin membangun kota yang inklusif, tanpa stigma, dan memberi ruang bagi semua orang untuk hidup sehat dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Kota Bandung, Maya Verasandi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sejak 1991 hingga 2025, telah ditemukan sebanyak 9.784 kasus HIV positif di Kota Bandung dari estimasi Kementerian Kesehatan RI yang mencapai 10.931 orang.

“Sebanyak 65 persen atau sekitar 6.370 ODHIV menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. Sementara 35 persen sisanya masuk kategori Lost to Follow Up (LFU) dan saat ini sedang dalam proses pelacakan oleh tim pendamping dari LSM,” ujar Maya.

Lebih lanjut, Maya menyebut bahwa 57 persen dari ODHIV yang rutin menjalani pengobatan, atau sebanyak 3.631 orang, telah berhasil menekan jumlah virus dalam tubuhnya hingga tidak terdeteksi, sehingga tidak lagi menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, KPA Kota Bandung juga mengusulkan beberapa inisiatif strategis kepada pemerintah kota, di antaranya penguatan program Warga Peduli AIDS (WPA), integrasi edukasi HIV ke dalam kegiatan kepemudaan, serta perluasan kemitraan dengan Karang Taruna dan remaja masjid untuk menyasar kelompok usia produktif.

Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota Bandung memberikan dukungan penuh dan menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti melalui penyusunan rencana kerja lintas sektor yang konkret.

“Kolaborasi ini penting untuk menjangkau lebih luas masyarakat, khususnya kelompok muda yang rentan, agar penanganan HIV/AIDS tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui pendekatan komunitas,” pungkas Farhan.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kota Bandung dalam mewujudkan kota sehat, inklusif, dan bebas dari stigma terhadap penderita HIV/AIDS, serta mendukung tercapainya target nasional eliminasi HIV/AIDS pada 2030. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Mesir Umumkan Skuad Final Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Jadi Andalan
Kanada Resmi Umumkan Skuad Final untuk Piala Dunia 2026
Gerakan Bersama Jadi Kunci Cegah Kekerasan di Pesantren
Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions
Timnas Indonesia U-19 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
komentar
beritaTerbaru