Senin, 27 Juli 2026

Pemprov Jabar Jajaki Produksi Furikake untuk Cegah Stunting dan Malnutrisi

Jumat, 16 Mei 2025 07:22 WIB
Pemprov Jabar Jajaki Produksi Furikake untuk Cegah Stunting dan Malnutrisi
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman bersama perwakilan International Furikake Association saat menjajaki kerja sama produksi Furikake untuk pencegahan stunting di Jawa Barat, dalam pertemuan di Bandung, Rabu (14/5/2025).
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah menjajaki peluang kerja sama dengan International Furikake Association (IFA) untuk menghadirkan Furikake, olahan pangan khas Jepang, sebagai solusi inovatif dalam pencegahan malnutrisi dan stunting di wilayah Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan bahwa Furikake memiliki potensi besar sebagai alternatif asupan gizi yang praktis dan bergizi tinggi.

Produk ini berupa serbuk kering mirip abon, terbuat dari campuran sayuran, rempah-rempah, ikan, hingga daging, yang dikeringkan dengan teknologi khusus tanpa mengurangi nilai nutrisinya. Daya tahan produk ini bahkan mencapai satu tahun.

"Kami baru saja berdiskusi dengan rekan-rekan dari International Furikake Association (IFA). Kami bertukar pengalaman mengenai pengelolaan makanan bergizi tinggi, baik berbasis protein hewani maupun nabati," ujar Herman dalam keterangannya di Kota Bandung, Rabu.

Menurut Herman, Furikake dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan asupan gizi, terutama bagi anak-anak yang masih rentan terhadap stunting.

Saat ini, prevalensi stunting di Jawa Barat tercatat masih di angka 16 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi di bawah 5 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar tengah menjajaki kerja sama produksi lokal Furikake dengan dukungan teknologi dari Jepang.

Bahkan, pembangunan pabrik Furikake di wilayah dengan angka stunting tinggi pun mulai dipertimbangkan.

"Kami terbuka terhadap investasi di sektor ini. Selain untuk pemenuhan gizi masyarakat, ini juga memiliki nilai ekonomi. Jika diproduksi di Jawa Barat, Furikake bahkan berpeluang untuk diekspor kembali ke Jepang," tambahnya.

Herman juga menekankan bahwa Jawa Barat memiliki kekayaan sumber daya pangan seperti sayuran, rempah-rempah, hasil peternakan, dan perikanan yang sangat mendukung pengembangan Furikake secara lokal.

Menanggapi inisiatif tersebut, Direktur International Furikake Association, Shintaro Matsue, menyambut baik peluang kerja sama ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat Jawa Barat.

"Saya siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu meningkatkan gizi anak-anak hingga orang dewasa," ujar Matsue.

Rencana kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan stunting dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi pangan di Jawa Barat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Melalui PI, PJJ Tanjungrejo 2 Perkuat Iman dan Kebersamaan Jemaat GBKP Namo Kamuna
Seskab Teddy Ajak Masyarakat Jelajahi Indonesia Lewat Berbagai Event Nasional dan Internasional 2026-2027
Pemerintah Selaraskan Aturan KEK, Perusahaan Ber-TKDN Tinggi Dapat Akses Setara
KPK Ajak Aparatur Peradilan Perkuat Integritas demi Wujudkan Penegakan Hukum yang Bersih
Wagub Sumut Tegaskan Pembangunan Sekolah Harus Sejalan dengan Peningkatan Mutu Pendidikan
Wagub Sumut Pastikan Pembangunan Bronjong Jalan Miga-Lolowua Rampung Tepat Waktu
komentar
beritaTerbaru