Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah menjajaki peluang kerja sama dengan International Furikake Association (IFA) untuk menghadirkan Furikake, olahan pangan khas Jepang, sebagai solusi inovatif dalam pencegahan malnutrisi dan stunting di wilayah Jawa Barat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan bahwa Furikake memiliki potensi besar sebagai alternatif asupan gizi yang praktis dan bergizi tinggi.
Produk ini berupa serbuk kering mirip abon, terbuat dari campuran sayuran, rempah-rempah, ikan, hingga daging, yang dikeringkan dengan teknologi khusus tanpa mengurangi nilai nutrisinya. Daya tahan produk ini bahkan mencapai satu tahun.
"Kami baru saja berdiskusi dengan rekan-rekan dari International Furikake Association (IFA). Kami bertukar pengalaman mengenai pengelolaan makanan bergizi tinggi, baik berbasis protein hewani maupun nabati," ujar Herman dalam keterangannya di Kota Bandung, Rabu.
Menurut Herman, Furikake dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan asupan gizi, terutama bagi anak-anak yang masih rentan terhadap stunting.
Saat ini, prevalensi stunting di Jawa Barat tercatat masih di angka 16 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi di bawah 5 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar tengah menjajaki kerja sama produksi lokal Furikake dengan dukungan teknologi dari Jepang.
Bahkan, pembangunan pabrik Furikake di wilayah dengan angka stunting tinggi pun mulai dipertimbangkan.
"Kami terbuka terhadap investasi di sektor ini. Selain untuk pemenuhan gizi masyarakat, ini juga memiliki nilai ekonomi. Jika diproduksi di Jawa Barat, Furikake bahkan berpeluang untuk diekspor kembali ke Jepang," tambahnya.
Herman juga menekankan bahwa Jawa Barat memiliki kekayaan sumber daya pangan seperti sayuran, rempah-rempah, hasil peternakan, dan perikanan yang sangat mendukung pengembangan Furikake secara lokal.
Menanggapi inisiatif tersebut, Direktur International Furikake Association, Shintaro Matsue, menyambut baik peluang kerja sama ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat Jawa Barat.
"Saya siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu meningkatkan gizi anak-anak hingga orang dewasa," ujar Matsue.
Rencana kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan stunting dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi pangan di Jawa Barat. (R)
beritaTerkait
komentar