Selasa, 26 Mei 2026

Kemenkes Tingkatkan Layanan Kesehatan Haji, Angka Kematian Jemaah Mulai Menurun

Sabtu, 03 Mei 2025 07:09 WIB
Kemenkes Tingkatkan Layanan Kesehatan Haji, Angka Kematian Jemaah Mulai Menurun
Ilustrasi Ibadah Haji.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Selasa (29/4/2025), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis telah diterapkan guna memastikan kesehatan jemaah, mulai dari tahap pra-keberangkatan hingga pasca kepulangan ke tanah air.

Menkes mengungkapkan bahwa kerja sama erat dengan Pemerintah Arab Saudi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menurunkan angka kematian jemaah haji yang sempat tinggi pada tahun 2022 dan 2023.

“Menteri Kesehatan Arab Saudi bahkan menyampaikan keprihatinannya secara langsung dan meminta agar Indonesia serius menangani masalah ini. Jika tidak, regulasi Arab Saudi bisa saja menjadi lebih ketat, termasuk soal asuransi dan biaya layanan kesehatan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, sejak 2024 Kemenkes telah menerapkan sistem pemeriksaan kesehatan lebih dini, yakni sebelum penetapan keberangkatan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari pembatalan mendadak dan memungkinkan penanganan dini terhadap jemaah dengan kondisi kesehatan khusus.

"Model baru ini telah menunjukkan hasil positif, angka kematian jemaah mulai menurun di tahun 2024,” kata Menkes Budi.

Kemenkes juga memanfaatkan teknologi digital dalam sistem pemantauan kesehatan jemaah secara real-time, yang dapat diakses oleh otoritas Arab Saudi.

Selain itu, edukasi tentang kematian di Tanah Suci turut diperkuat agar tidak disalahartikan secara budaya dan keagamaan.

Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Menkes Budi meninjau langsung fasilitas kesehatan di sekitar Masjidil Haram dan mengapresiasi kelengkapan sarana medis yang tersedia.

Ia juga meminta agar disediakan petugas medis yang bisa berbahasa Indonesia guna mempermudah komunikasi dengan jemaah. Distribusi tenaga kesehatan haji turut diperluas.

Sebanyak 1.044 tenaga kesehatan, 330 petugas haji daerah, 192 personel PPIH bidang kesehatan, dan 200 tenaga pendukung diterjunkan untuk mendampingi jemaah.

Tenaga ini terdiri dari dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, hingga pengemudi logistik. Dari sisi imunisasi, Kemenkes telah mengalokasikan 211.751 dosis vaksin meningitis dan 203.410 dosis vaksin polio untuk 203.320 jemaah.

Untuk keperluan obat dan perbekalan, pembelian kini lebih banyak dilakukan langsung di Arab Saudi guna menghindari kedaluwarsa dan temuan dari BPK.

Dalam hal kemitraan, Kemenkes juga menggandeng Abeer Medical Group, mitra yang direkomendasikan pemerintah Arab Saudi, sebagai penyedia layanan rujukan kesehatan bagi jemaah Indonesia.

“Tren kasus penyakit dan kematian jemaah menurun. Ini hasil dari kerja keras bersama. Koordinasi yang lebih erat dengan pihak Arab Saudi menjadi kunci,” ujar Menkes.

Ia optimistis sistem layanan kesehatan haji tahun 2025 akan berjalan lebih baik, aman, dan memberi perlindungan maksimal bagi jemaah Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru