Selasa, 01 September 2026

CKG Sekolah Diperkuat, UKS Didorong Jadi Penghubung Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Selasa, 01 September 2026 17:15 WIB
CKG Sekolah Diperkuat, UKS Didorong Jadi Penghubung Layanan Kesehatan dan Pendidikan
Wamendikdasmen RI Fajar Riza Ul Haq saat bersama Wamenkes RI Dante Saksono Harbuwono dan Wamen PPPA RI Veronica Tan meninjau pelaksanaan CKG Sekolah di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Bogor (buaeronline.com) - Pemerintah memperkuat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan sekaligus kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq saat bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) RI Veronica Tan meninjau pelaksanaan CKG Sekolah di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jawa Barat, pada 28 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, pelaksanaan CKG pada 2026 tidak lagi hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan peserta didik akan ditindaklanjuti melalui tata laksana dan penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing anak.

Untuk anak usia sekolah dan remaja, pelaksanaan CKG dilakukan melalui satuan pendidikan agar pemeriksaan kesehatan dapat terintegrasi dengan lingkungan sekolah. Program tersebut juga diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Fajar mengatakan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki peran penting dalam menghubungkan sekolah dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas.

"Bagaimana kita mengoptimalkan peran UKS. Karena UKS ini menjadi semacam jangkar di sekolah yang menghubungkan dengan Puskesmas," ujar Fajar.

Menurutnya, penguatan UKS juga diperlukan untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan secara berkelanjutan. Sekolah, kata dia, perlu memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang dapat mengawal pelaksanaan hingga tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Fajar menilai kondisi kesehatan peserta didik memiliki hubungan erat dengan kesiapan mereka mengikuti pembelajaran. Anak yang sehat dinilai lebih siap belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran.

"CKG itu akan menunjang readiness, tingkat kesiapan anak-anak kita mengikuti proses pembelajaran. Jadi, itu juga berkorelasi langsung dengan motivasi belajar," katanya.

SMP Negeri 5 Kota Bogor menjadi salah satu sekolah yang telah membangun budaya hidup sehat melalui berbagai program pembiasaan. Sekolah tersebut juga pernah meraih Juara I Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sejumlah kegiatan kesehatan yang telah berjalan antara lain Segar atau Senam Bugar, Markisa atau Mari Kita Sarapan, serta Cermin Sehatku.

Berbagai kegiatan tersebut sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), seperti membiasakan siswa berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi sesuai prinsip Isi Piringku, serta mengenali pertumbuhan tubuh.

Guru IPS sekaligus Koordinator Duta SMP Negeri 5 Kota Bogor, Rahmalia, mengatakan penerapan kebiasaan hidup sehat memberikan banyak manfaat bagi peserta didik. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi pelaksanaannya.

"Banyak banget manfaatnya. Alhamdulillahnya karena kita bekerja sama. Yang susah itu ya konsistennya, konsisten dari kita sebagai guru dan anak-anak," ujarnya.

Sekolah juga melibatkan orang tua dan Puskesmas dalam menindaklanjuti kondisi kesehatan peserta didik yang membutuhkan perhatian.

Upaya membangun budaya sekolah sehat turut didukung oleh 18 Duta Siswa. Mereka menjalankan berbagai peran, mulai dari Duta Cegah Stunting, Duta Kesehatan, Duta Remako (Remaja Anti Rokok), Duta Anti-Bullying, Duta Sekolah Ramah Anak, hingga pendampingan teman sebaya.

Program tersebut sejalan dengan semangat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan, pelaksanaan CKG dirancang agar hasil pemeriksaan kesehatan peserta didik dapat ditindaklanjuti melalui program bersama lintas kementerian.

"CKG tidak hanya diperiksa kesehatannya, tetapi kemudian hasilnya diimplementasikan dalam bentuk program bersama di antara lintas kementerian," ujar Dante.

Sementara itu, Wamen PPPA Veronica Tan mengatakan CKG dapat menjadi pintu masuk untuk mengubah pola hidup anak dan remaja menjadi lebih sehat.

"CKG ini sebenarnya program untuk entry point. Tapi apa sih mindset yang kita harus ubah? Adalah pola hidup sehatnya," kata Veronica.

Manfaat CKG juga dirasakan oleh peserta didik. Rafiandi, siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Bogor, mengatakan pemeriksaan kesehatan membantu siswa mengetahui kondisi tubuh sehingga dapat lebih fokus dalam belajar.

"Menumbuhkan semangat belajar. Jadi, kita bisa mengetahui kondisi diri kita untuk bisa lebih fokus belajar ke depannya," ujarnya.

Ia berharap CKG dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari persiapan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Fajar menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga kesiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.

"Kalau kita bicara pendidikan yang berkualitas, bukan hanya proses pembelajarannya, tapi kesiapan anak kita untuk mengikuti proses pembelajaran. Nah, CKG punya peran besar di situ," katanya.

Dengan penguatan UKS, kolaborasi dengan Puskesmas, keterlibatan orang tua, serta pembiasaan hidup sehat di sekolah, pemerintah berharap CKG dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan dan kualitas pendidikan peserta didik. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamenkes Dorong Gerakan Ayah Siaga untuk Dukung Kesehatan Anak
Kemenkes Ungkap Gigi Berlubang Jadi Masalah Kesehatan Tertinggi Anak Sekolah
Banten Jadi Percontohan Nasional Program Cek Kesehatan Gratis dan Penemuan Kasus TB
CKG Anak Tak Sekadar Pemeriksaan, Pemerintah Pastikan Temuan Kesehatan Ditindaklanjuti
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran, 235 Pegawai Bakom RI Ikut Pemeriksaan
Sejuta Kasus Hipertensi Baru Ditemukan, Kemenkes Imbau Masyarakat Rutin Ikuti Cek Kesehatan Gratis
komentar
beritaTerbaru