Kamis, 06 Agustus 2026

Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran, 235 Pegawai Bakom RI Ikut Pemeriksaan

Kamis, 06 Agustus 2026 14:55 WIB
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran, 235 Pegawai Bakom RI Ikut Pemeriksaan
Ratusan pegawai Bakom RI mengikuti pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).

Jakarta (buseronline) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke lingkungan perkantoran dengan intensitas kerja tinggi.

Dilansir dari laman Kemkes, sebanyak 235 pegawai Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mengikuti pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Selasa.

Program hasil kolaborasi Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, dan Puskesmas Kecamatan Gambir tersebut menyasar tenaga profesional dan aparatur negara yang memiliki ritme kerja tinggi serta berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat tekanan pekerjaan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala di lingkungan kerja menjadi langkah penting dalam mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.

"Pegawai yang sehat adalah modal utama sebuah institusi. Lewat CKG, kita ingin memastikan tidak ada penyakit yang ditemukan saat kondisi sudah parah. Deteksi dini itu murah, bahkan gratis. Yang mahal itu jika terlambat tahu," ujar Kunta.

Kepala Sekretariat Bakom RI Kreestianawati menjelaskan peserta CKG terdiri atas 157 tenaga profesional, 31 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 47 tenaga sosial. Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 peserta merupakan laki-laki dan 67 perempuan.

Pemeriksaan yang diberikan mencakup pengukuran status gizi (antropometri), pemeriksaan tekanan darah, gula darah, mata, telinga, gigi dan mulut, serta skrining tuberkulosis (TBC) dan penyakit kulit.

Khusus bagi peserta perempuan, disediakan pula layanan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim.

"Harapan kami sederhana, pegawai mengetahui kondisi kesehatannya, menyadari pentingnya pemeriksaan berkala, dan menjadikan cek kesehatan sebagai kebiasaan setiap tahun. Pegawai yang sehat tentu akan meningkatkan produktivitas kerja," kata Kreestianawati.

Sementara itu, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengapresiasi pelaksanaan program CKG di lingkungan kerjanya. Menurutnya, tingginya mobilitas dan jam kerja dalam pengelolaan komunikasi pemerintah membuat pemeriksaan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi para pegawai.

"Sebagai lembaga yang bertugas mengelola komunikasi pemerintah, kami memahami ritme kerja yang sangat padat. CKG merupakan bentuk kepedulian lembaga terhadap aset paling berharga, yaitu para pegawai," ujar Qodari.

Ia menambahkan, Bakom RI turut mendukung penguatan Program CKG yang menjadi salah satu prioritas Presiden dalam Asta Cita ke-4 melalui produksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Hingga akhir Juli 2026, Kemenkes mencatat sebanyak 73,8 juta penduduk telah memanfaatkan layanan CKG, melanjutkan capaian 70,3 juta peserta sepanjang 2025. Pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau 130 juta penduduk atau sekitar 46 persen populasi Indonesia pada akhir 2026.

Meski demikian, Kemenkes masih menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi masyarakat akibat faktor psikologis.

Berdasarkan survei Kemenkes bersama Omnibus Nielsen pada Kuartal II 2026, alasan utama masyarakat enggan mengikuti CKG adalah takut mengetahui penyakit yang diderita, merasa masih sehat, serta keterbatasan waktu.

Padahal, data CKG menunjukkan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan gula darah tinggi semakin banyak ditemukan pada usia produktif hingga anak-anak. Lebih dari 6 juta orang dewasa dan 693 ribu anak tercatat memiliki tekanan darah di atas normal.

"Angka-angka ini mencerminkan gaya hidup kita. Karena itu, arah pembangunan kesehatan diubah dari pendekatan kuratif menjadi preventif dan prediktif agar penyakit dapat dicegah sejak dini," tutur Kunta.

Kemenkes juga memastikan peserta yang memerlukan penanganan lanjutan dapat memperoleh layanan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di puskesmas. Seluruh hasil pemeriksaan CKG juga terintegrasi secara digital melalui platform SATUSEHAT. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Sejuta Kasus Hipertensi Baru Ditemukan, Kemenkes Imbau Masyarakat Rutin Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Program Imunisasi Digenjot, Kemenkes Ajak Seluruh Masyarakat Lindungi Anak Indonesia
Kemenkes Evaluasi Program Internsip Dokter, 10.564 Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Kemenkes Perkuat Upaya Menuju Indonesia Bebas Malaria 2030
Kota Bogor Diusulkan Jadi Percontohan Nasional Penanggulangan TBC
Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik, Siapkan 40 Unit untuk RS Pemerintah
komentar
beritaTerbaru