Minggu, 26 Juli 2026

Menkes Tegaskan Rokok Elektrik Tak Lebih Aman, Berpotensi Jadi Media Penyalahgunaan Narkotika

Minggu, 26 Juli 2026 15:25 WIB
Menkes Tegaskan Rokok Elektrik Tak Lebih Aman, Berpotensi Jadi Media Penyalahgunaan Narkotika
Seminar Nasional HANI 2026 bertema "Tata Kelola Peredaran Rokok Elektrik: Bahaya, Sinergi, Pengawasan, dan Pencegahan Narkotika dalam Rokok Elektrik" yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Senin (20/7/2026).
"Posisi Kementerian Kesehatan jelas. Rokok elektrik sama buruknya dengan rokok konvensional karena sama-sama membahayakan kesehatan dan dapat memperpendek usia harapan hidup masyarakat," ujar Menkes.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa penyalahgunaan rokok elektrik sebagai media konsumsi narkotika merupakan ancaman baru yang harus diantisipasi secara serius.

Menurutnya, meningkatnya penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja, ditambah kemudahan memodifikasi cairan (liquid) dengan berbagai zat psikoaktif, menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, Suyudi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok elektrik.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap pengendalian rokok elektrik dapat berjalan lebih efektif, tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari dampak zat adiktif, tetapi juga mencegah penyalahgunaannya sebagai sarana peredaran narkotika demi menjaga kesehatan dan masa depan generasi muda Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
Jumlah Dokter Jantung Intervensi Meningkat 3,2 Kali Lipat, Kemenkes Percepat Pemerataan Layanan Jantung
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
Wamenkes: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Inovasi Kesehatan Nasional
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
CKG Jangkau 59,6 Juta Peserta, Kini Berlanjut ke Tahap Pengobatan Penyakit Kronis
komentar
beritaTerbaru