Minggu, 27 September 2026

Jumlah Dokter Jantung Intervensi Meningkat 3,2 Kali Lipat, Kemenkes Percepat Pemerataan Layanan Jantung

Kamis, 23 Juli 2026 13:00 WIB
Jumlah Dokter Jantung Intervensi Meningkat 3,2 Kali Lipat, Kemenkes Percepat Pemerataan Layanan Jantung
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin foto bersama saat menghadiri Konvokasi dan Inaugurasi PERKI 2026 di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) terus mempercepat pemenuhan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) guna mendukung pemerataan layanan kesehatan jantung di seluruh Indonesia.

Dilansir dari laman Kemkes, upaya tersebut berhasil meningkatkan jumlah dokter SpJP dengan kompetensi kardiologi intervensi hingga 3,2 kali lipat dalam enam tahun terakhir.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pada 2020 Indonesia hanya memiliki 99 dokter SpJP dengan kompetensi kardiologi intervensi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 414 dokter pada 2026.

Menurutnya, peningkatan tenaga ahli sangat penting agar distribusi alat laboratorium kateterisasi (cath lab) di berbagai daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Begitu alat-alat ini terpasang, masalah yang paling berat adalah masalah tenaganya," ujar Menkes Budi saat menghadiri Konvokasi dan Inaugurasi PERKI 2026 di Jakarta, Sabtu.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Kemenkes secara rutin mengirim dokter spesialis mengikuti program fellowship jantung di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia.

Hingga saat ini, sebanyak 98 dokter telah mengikuti program tersebut, dengan 58 dokter telah menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di Indonesia. Dalam waktu dekat, 10 dokter lainnya akan diberangkatkan.

Meski mengalami peningkatan, kebutuhan dokter spesialis jantung di Indonesia masih jauh dari ideal. Berdasarkan proyeksi 2026, Indonesia membutuhkan 6.801 dokter SpJP, sementara jumlah yang tersedia baru mencapai 1.639 dokter.

Artinya, masih terdapat kekurangan sebanyak 5.162 dokter. Selain itu, sebanyak 63,8 persen dokter SpJP masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Gandeng Kejagung Kawal Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Cegah Dampak Hoaks, Kemenkes Gandeng Lintas Sektor Perkuat Respons
Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan Bertransformasi Menjadi Dampak Nyata
Menkes Tegaskan Kemitraan Kesehatan Harus Berujung pada Dampak Nyata
komentar
beritaTerbaru