Selasa, 21 Juli 2026

Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 11:25 WIB
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
Kemenkes RI berhasil menarik investasi asing di sektor hilirisasi industri kesehatan melalui komitmen perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, untuk membangun pabrik produk turunan plasma darah di Indonesia.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berhasil menarik investasi asing di sektor hilirisasi industri kesehatan melalui komitmen perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, untuk membangun pabrik produk turunan plasma darah (Plasma Derived Products/PDP) di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pengembangan industri farmasi dalam negeri. Langkah ini merupakan implementasi Pilar Ketiga Transformasi Kesehatan, yakni Ketahanan Kesehatan.

Menurut Budi, pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya kemandirian produksi obat dan alat kesehatan. Saat itu, Indonesia mengalami kelangkaan berbagai kebutuhan medis akibat tingginya ketergantungan terhadap produk impor.

"Di masa pandemi, masyarakat sangat kesulitan dan harus membayar mahal untuk mendapatkan obat-obatan esensial kategori Plasma Derived Products (PDP) seperti Albumin, IVIG, Faktor-8, dan Faktor-9," ujar Budi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, PDP merupakan obat yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu proses pembekuan darah. Produk tersebut dihasilkan melalui proses fraksionasi plasma dari darah manusia.

Budi menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi PDP secara mandiri karena didukung ketersediaan bahan baku plasma darah yang melimpah.

"Sebagai negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia, kita sebenarnya memiliki sumber daya bahan baku darah yang sangat melimpah untuk diolah secara mandiri menjadi PDP. Ini yang sedang kita hilirisasi," katanya dilansir dari laman Kemenkes.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenkes telah merelaksasi regulasi pembangunan pabrik plasma sejak 2023. Kebijakan itu mendorong masuknya investasi dari SK Plasma asal Korea Selatan yang bekerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA).

Pabrik SK Plasma dengan nilai investasi mencapai USD300 juta dan kapasitas produksi 600 ribu liter plasma per tahun telah rampung dibangun pada 2026. Fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 setelah memperoleh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Keberhasilan tersebut kemudian disusul masuknya Takeda sebagai investor pabrik plasma kedua di Indonesia dengan kapasitas produksi yang lebih besar.

Selain industri plasma darah, pemerintah juga terus memperkuat kemandirian produksi vaksin nasional melalui operasional PT Etana Biotechnologies Indonesia dan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. PT Biotis turut mengembangkan Vaksin Merah Putih yang merupakan hasil penelitian anak bangsa.

Budi menegaskan, pembangunan fasilitas produksi obat dan vaksin di dalam negeri merupakan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

"Melalui Transformasi Ketahanan Kesehatan, kita tidak sekadar belajar dari krisis, tetapi bertindak nyata membenahinya. Lewat berdirinya fasilitas produksi dari Etana, Biotis, SK Plasma, dan Takeda, kita pastikan ketersediaan obat dan vaksin rakyat ke depan akan selalu aman, terjangkau, dan diproduksi di negeri sendiri," ujarnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
CKG Jangkau 59,6 Juta Peserta, Kini Berlanjut ke Tahap Pengobatan Penyakit Kronis
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Kanker hingga Puskesmas untuk Tekan Angka Kematian
Kemenkes Gandeng Takeda Bangun Ekosistem Obat Derivat Plasma Pertama di Asia Tenggara
Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Kusta demi Percepat Eliminasi Penyakit
Kemenkes dan Kemendes PDT Perkuat Kolaborasi Wujudkan Indonesia Sehat Hingga Desa
Kemenkes Kirim Bantuan Logistik Kesehatan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin
komentar
beritaTerbaru