Minggu, 19 Juli 2026

CKG Jangkau 59,6 Juta Peserta, Kini Berlanjut ke Tahap Pengobatan Penyakit Kronis

Minggu, 19 Juli 2026 10:50 WIB
CKG Jangkau 59,6 Juta Peserta, Kini Berlanjut ke Tahap Pengobatan Penyakit Kronis
Program CKG yang dijalankan Kementerian Kesehatan terus menunjukkan perkembangan positif.

Jakarta (buseronline.com) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan terus menunjukkan perkembangan positif.

Dilansir dari laman Kemenkes, hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut, melampaui target mingguan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dengan dimulainya tahun ajaran baru di seluruh Indonesia, Kementerian Kesehatan optimistis jumlah peserta akan terus meningkat sehingga target 130 juta peserta pada akhir 2026 tetap berada di jalur pencapaian.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, CKG tidak hanya menjadi program skrining kesehatan terbesar yang pernah dilaksanakan di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi perubahan paradigma pelayanan kesehatan dari pendekatan kuratif menjadi preventif.

"Semakin banyak masyarakat yang melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit dapat ditemukan dan diobati. Tujuan kita bukan sekadar mengetahui siapa yang sakit, tetapi memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif. Karena itu CKG menjadi investasi kesehatan bangsa dalam jangka panjang," kata Budi.

Data hasil CKG selama enam bulan terakhir juga memberikan gambaran mengenai tantangan kesehatan masyarakat berdasarkan kelompok usia. Pada bayi baru lahir, skrining menunjukkan penyakit jantung bawaan kritis menjadi salah satu kondisi yang paling banyak memerlukan tindak lanjut.

Dari lebih dari 490 ribu bayi yang menjalani skrining hingga 28 Juni 2026, sekitar 20.946 bayi atau 4,3 persen terindikasi memiliki kelainan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Pada kelompok anak usia sekolah, karies gigi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan.

Temuan lain meliputi anemia, peningkatan tekanan darah, gangguan pendengaran dan penglihatan, serta meningkatnya kasus gizi lebih dan obesitas. Sementara pada remaja, selain karies gigi, mulai terlihat peningkatan gangguan kesehatan mental, risiko tuberkulosis (TB), dan masalah gizi.

Menurut Budi, data tersebut menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan setiap kelompok usia.

Memasuki 2026, Program CKG juga telah berkembang dari sekadar deteksi dini menuju tahap tatalaksana atau pengobatan bagi peserta yang terdiagnosis penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes melitus.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Capaian Program Cek Kesehatan Gratis di Rembang Capai 42,49 Persen
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Kanker hingga Puskesmas untuk Tekan Angka Kematian
Kemenkes Gandeng Takeda Bangun Ekosistem Obat Derivat Plasma Pertama di Asia Tenggara
Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Kusta demi Percepat Eliminasi Penyakit
Pemerintah Perkuat Pencegahan dan Penanganan Stroke melalui Program Cek Kesehatan Gratis
Kemenkes dan Kemendes PDT Perkuat Kolaborasi Wujudkan Indonesia Sehat Hingga Desa
komentar
beritaTerbaru