Ia juga menyoroti masih adanya peternak yang menjual telur dengan harga Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.000 per kilogram.
"Kita ingin memastikan ekonomi masyarakat tumbuh. Jangan sampai bahan baku diambil dari masyarakat, tetapi harganya justru di bawah harga acuan pemerintah," katanya.
Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra menambahkan bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi bentuk komitmen bersama untuk mengoptimalkan penyerapan bahan baku lokal. Pengawasan pelaksanaannya akan dilakukan melalui Satgas MBG kabupaten/kota bersama BGN guna memastikan rantai pasok berjalan sesuai tujuan program.
Saat ini, Program MBG di
Jawa Tengah telah melibatkan 7.312 UMKM, 2.407 koperasi, 91 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, 161 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 18 BUMDes Bersama, serta 7.967 pemasok lainnya yang menjadi bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan. (R)
beritaTerkait
komentar