Minggu, 19 Juli 2026

Densus 88 Gelar Sosialisasi Kebangsaan di Bogor: Hijaukan Negeri dengan Menanamkan Nilai Kebangsaan

Kamis, 30 Oktober 2025 01:20 WIB
Densus 88 Gelar Sosialisasi Kebangsaan di Bogor: Hijaukan Negeri dengan Menanamkan Nilai Kebangsaan
Peserta bersama narasumber dari Densus 88 AT Polri berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi kebangsaan bertema “Hijaukan Negeri dengan Menanamkan Nilai Kebangsaan” di Desa Tamansari, Kabupaten Bogor, Jumat (24/10/2025).
Bogor (buseronline.com) - Densus 88 Antiteror (AT) Polri melalui Direktorat Pencegahan menggelar kegiatan sosialisasi kebangsaan bertema “Hijaukan Negeri dengan Menanamkan Nilai Kebangsaan” di Desa Tamansari, Kabupaten Bogor, Jumat.

Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengelola Perhutani dan penjaga tempat wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

“Dengan memahami bahaya paham IRET dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan harmonis,” ujar Ipda Ahmadal Mustaqim, narasumber dari Densus 88 AT Polri.

Dalam pemaparannya, Ipda Ahmadal Mustaqim juga menekankan pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang semakin terbuka.

Sementara itu, Ustad Mukhtar Khairi, mantan narapidana terorisme (napiter), turut hadir dan berbagi pengalaman hidupnya.

Ia memberikan pesan kepada peserta agar lebih berhati-hati terhadap penyebaran paham radikal yang seringkali menggunakan pendekatan agama sebagai kedok.

“Kita harus bisa membedakan antara semangat beragama dengan ajaran yang menyesatkan,” ungkapnya.

Desa Tamansari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena wilayah ini pernah menjadi tempat persembunyian pelaku teror dan dinilai memiliki potensi kerawanan.

Namun demikian, masyarakat Tamansari kini dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi, terlihat dari keberadaan berbagai rumah ibadah lintas agama yang berdampingan secara harmonis.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi kebangsaan ini.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya paham radikal dan pentingnya menjaga persatuan bangsa.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencegah penyebaran paham radikal serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
KPK Perkuat Sinergi APH dan Lembaga Pengawasan untuk Berantas Korupsi di Papua
Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan
Zakiyuddin Ajak Kapolres Baru Perkuat Sinergi Wujudkan Belawan Aman dan Bebas Kriminalitas
Bobby Nasution Ajak Dubes Prancis Kunjungi Situs Megalitik Nias, Dorong Kerja Sama Pariwisata
Kominfo Kota Medan Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Bijak dan Kritis
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
komentar
beritaTerbaru