Sabtu, 29 Agustus 2026

Polri Perkuat Layanan 110, Target Respons Panggilan 10 Detik

Sabtu, 29 Agustus 2026 19:10 WIB
Polri Perkuat Layanan 110, Target Respons Panggilan 10 Detik
Penguatan layanan tersebut dibahas dalam Forum Tematik Bakohumas Polri Tahun Anggaran 2026 bertema “Optimalisasi Layanan Polisi 110 dalam Mendukung Pelayanan Publik Presisi” yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Polri terus memperkuat Layanan Polisi 110 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, responsif, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat.

Dilansir dari laman Humas Polri, penguatan layanan tersebut dibahas dalam Forum Tematik Bakohumas Polri Tahun Anggaran 2026 bertema "Optimalisasi Layanan Polisi 110 dalam Mendukung Pelayanan Publik Presisi" yang digelar di Jakarta Selatan, pada 27 Agustus 2026.

Forum tersebut diikuti perwakilan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) kementerian dan lembaga.

Sejumlah narasumber dari unsur Polri, pemerintah, serta pakar kebijakan publik turut membahas pengembangan layanan 110, mulai dari transformasi digital, penguatan operasional, hingga pengelolaan komunikasi dan reputasi.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra Molly Prabawati MAP mengatakan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan yang mampu memberikan respons cepat, penanganan konkret, serta akses yang mudah.

"Layanan Polisi 110 bukan sekadar saluran pengaduan, melainkan salah satu bentuk kehadiran negara yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam," ujarnya.

Molly menilai efektivitas layanan tersebut membutuhkan dukungan pemahaman masyarakat yang luas serta kolaborasi antara kementerian dan lembaga.

Sementara itu, Penata Kehumasan Polri Utama Tk II Divhumas Polri Brigjen Pol Dicky Sondani SIK MH menegaskan bahwa layanan 110 harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Layanan Polisi 110 bukan sekadar nomor telepon, aplikasi, jaringan, atau teknologi. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara ketika masyarakat membutuhkan pertolongan," kata Dicky.

Ia menambahkan, masyarakat yang menghubungi 110 harus memiliki keyakinan bahwa laporan mereka didengar dan segera ditindaklanjuti oleh kepolisian.

Dalam optimalisasinya, Polri memprioritaskan empat aspek utama, yakni penguatan infrastruktur dan integrasi sistem, penguatan skema operasional dan standar respons, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik.

Polri juga menargetkan operator dapat memberikan respons awal terhadap panggilan masyarakat dalam waktu 10 detik, sementara petugas di lapangan ditargetkan hadir di lokasi kejadian dalam waktu 10 menit.

Target tersebut membutuhkan sistem yang terintegrasi, operator yang siap, mekanisme penerusan laporan yang cepat, serta koordinasi yang baik dengan personel di lapangan.

Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri Brigjen Pol Dr Indarto SH SSos SIK MSi menjelaskan bahwa layanan 110 tidak berhenti pada penerimaan panggilan.

Setiap laporan masyarakat akan dicatat dalam sistem dan diteruskan kepada unit atau personel yang paling dekat dan sesuai dengan kebutuhan penanganan.

Layanan 110 dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, keadaan darurat, kebakaran, gangguan lalu lintas, maupun mendapatkan informasi terkait pelayanan kepolisian.

"Dalam situasi darurat, masyarakat tidak memiliki waktu untuk mencari berbagai nomor kepolisian. Mereka membutuhkan satu pintu layanan yang sederhana, mudah diingat, dan dapat diandalkan," jelas Indarto.

Pengembangan layanan juga dilakukan melalui integrasi sistem dan penguatan Command Center. Karo Jianstra Stamaops Polri Brigjen Pol Marsudianto SIK MSi mengatakan pengembangan tersebut diarahkan untuk menghubungkan layanan dengan berbagai sistem kepolisian.

Selain itu, Polri mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), peningkatan profesionalisme operator, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Pakar kebijakan publik dan hubungan pemerintah Dr Hardy R Hermawan SSos MSi GRCE mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kualitas komunikasi kepada masyarakat.

Menurut Hardy, kecepatan pelayanan harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang transparan, konsisten, dan empatik.

"Keberhasilan Layanan Polisi 110 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kecepatan respons, kualitas sumber daya manusia, transparansi, komunikasi yang empatik, serta konsistensi pelayanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik," katanya.

Dalam forum tersebut, pemanfaatan AI juga menjadi salah satu perhatian. Teknologi tersebut dapat membantu proses transkripsi, pelacakan lokasi, dan klasifikasi data. Namun, operator tetap menjadi garda utama dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

Polri juga menekankan pentingnya sosialisasi agar masyarakat memahami fungsi layanan 110 dan mengetahui tata cara menyampaikan laporan secara tepat.

Sosialisasi diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan layanan, termasuk prank call, laporan palsu, serta penyampaian informasi yang tidak benar.

Melalui forum tersebut, Polri mendorong kolaborasi komunikasi antarkementerian dan lembaga untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai Layanan Polisi 110.

Dengan dukungan sistem, teknologi, dan sumber daya manusia yang semakin baik, Polri berharap setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, profesional, dan humanis.

Penguatan layanan 110 menjadi bagian dari komitmen Polri menghadirkan pelayanan publik Presisi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri Tegaskan Komitmen Jaga Ruang Publik Tetap Aman dan Nyaman
Polri Kerahkan 403 Personel untuk Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla
Kaops Damai Cartenz Tinjau Pos Kiwirok, Tekankan Kewaspadaan dan Kesehatan Personel
Polri Kerahkan 403 Personel Cegah Karhutla di Delapan Wilayah
Polri Imbau Masyarakat Cermat Cek Informasi Digital, Jangan Jadikan Repost sebagai Ukuran Kebenaran
Polri Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
komentar
beritaTerbaru