Minggu, 10 Mei 2026

UMKM Grande 2026 Dorong UMKM Jateng Tumbuh dan Mendunia

Minggu, 10 Mei 2026 14:10 WIB
UMKM Grande 2026 Dorong UMKM Jateng Tumbuh dan Mendunia
Ajang UMKM Grande (Green, Kerakyatan, Digital & Export) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat (8/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi perhatian di Jawa Tengah.

Dilansir dari laman Jatengprov, melalui ajang UMKM Grande (Green, Kerakyatan, Digital & Export) 2026, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat ekosistem UMKM agar mampu tumbuh, tangguh, dan menembus pasar global.

Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat, diikuti sebanyak 90 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Event yang berlangsung hingga 11 Mei 2026 itu tidak hanya menghadirkan pameran produk unggulan, tetapi juga business matching dan fashion show.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan UMKM merupakan fondasi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, penguatan ekosistem usaha dilakukan mulai dari proses pembinaan hingga perluasan pasar.

"Dekranasda bersama BI berkomitmen bagaimana membuat UMKM di Jawa Tengah bisa tumbuh, tangguh, dan mendunia," ujar Nawal.

Menurutnya, sejumlah UMKM binaan Jawa Tengah telah berhasil menembus pasar internasional. Salah satunya Naruna Ceramic yang mampu mengekspor produk keramik ke 18 negara. Selain itu, Roro Kenes juga dikenal melalui produk tas anyaman kulit yang diminati wisatawan mancanegara.

Nawal menjelaskan, penguatan UMKM dilakukan melalui program inkubasi, pelatihan, hingga kurasi produk agar sesuai standar pasar. Setelah itu, pelaku usaha juga difasilitasi memperoleh akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia menyebut, penyaluran KUR di Jawa Tengah selama periode 2015-2025 mencapai Rp361,36 triliun dengan total 10,31 juta debitur. Sementara sepanjang Januari hingga 9 Oktober 2025, sebanyak 667.067 debitur telah memperoleh kredit dengan nilai Rp34,73 triliun.

Selain akses pembiayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong digitalisasi UMKM dan memperluas akses pasar melalui berbagai ajang temu bisnis.

"Pada hari ini Bank Indonesia juga mengundang buyer dari luar negeri untuk business matching di acara UMKM Grande," katanya.

Deputi KPw BI Jawa Tengah, Andi Reinasari, menegaskan pihaknya terus mendukung pengembangan UMKM, khususnya sektor wastra seperti batik dan tenun yang menjadi kekuatan Jawa Tengah.

"Kami bersama Dekranasda terus bekerja sama untuk mengembangkan UMKM, khususnya di bidang wastra," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, mengapresiasi penyelenggaraan UMKM Grande 2026. Menurutnya, kolaborasi antara Dekranasda, Bank Indonesia, dan berbagai pihak menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.

"Dengan adanya kolaborasi ini, tentu kita bisa menambah semangat dan daya saing para pelaku UMKM binaan BI maupun Dekranasda," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Tangis Haru Siswi Pecah saat Diberi Motivasi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
Perempuan Desa Kaligawe Kembangkan Tas Rajut Turun-Temurun Lewat KUBE Merajut Harapan
Gubernur Ahmad Luthfi Bangga Dua Putra-Putri Jawa Tengah Ukir Prestasi Internasional
Investasi Jawa Tengah Capai Rp23,02 Triliun, Serap 92 Ribu Tenaga Kerja
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2026 Tembus 5,89 Persen, Lampaui Nasional
Investasi Rp1,12 Triliun Masuk KEK Kendal, Serap Ribuan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru