Minggu, 26 April 2026

Kementan Percepat Pengembangan Hortikultura Lahan Kering di Enrekang Hadapi El Nino

Minggu, 26 April 2026 09:45 WIB
Kementan Percepat Pengembangan Hortikultura Lahan Kering di Enrekang Hadapi El Nino
Kementan mempercepat pengembangan hortikultura di lahan kering sebagai langkah strategis menghadapi ancaman El Nino.

Enrekang (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pengembangan hortikultura di lahan kering sebagai langkah strategis menghadapi ancaman El Nino.

Dilansir dari laman Kementan, program ini dijalankan melalui Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan mendorong pembangunan kawasan hortikultura terpadu berbasis komoditas unggulan, sekaligus memperkuat sistem agribisnis dari hulu hingga hilir.

Fokus pengembangan diarahkan pada wilayah dataran tinggi dan lahan kering yang rentan terhadap keterbatasan air.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol menyebutkan program ini akan dilaksanakan di 10 kecamatan di Enrekang. Komoditas yang dikembangkan meliputi bawang merah sebanyak 13 klaster dan kentang sebanyak 4 klaster.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani menjadi kunci dalam mendorong kemajuan sektor hortikultura menuju sistem agribisnis modern," ujar Freddy dalam rapat koordinasi di Enrekang, Selasa.

Ia menambahkan, bawang merah menjadi komoditas unggulan yang berperan besar dalam perekonomian daerah dengan nilai perputaran mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun.

Dalam implementasinya, HDDAP juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas petani melalui penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).

Kelembagaan ini berfungsi sebagai pusat pengelolaan agribisnis terpadu, mulai dari proses budidaya, pascapanen, hingga pemasaran berbasis kualitas. Sejauh ini, progres program menunjukkan hasil positif.

Verifikasi dan validasi CPCL untuk bawang merah telah mencapai 95 persen, sementara kentang telah mencapai 100 persen.

Penyusunan dokumen Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) juga terus dipercepat guna memastikan kelancaran pelaksanaan program.

Kementan turut mengantisipasi berbagai tantangan di lahan kering, seperti keterbatasan sumber air, ketergantungan pada musim hujan, serangan hama, serta fluktuasi harga.

Untuk itu, disiapkan berbagai intervensi seperti pengembangan irigasi pompa, pemetaan sumber air, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), hingga penguatan rantai pasok dan kemitraan dengan offtaker.

Selain menjaga produksi di tengah ancaman El Nino, program ini juga membuka peluang ekspor. Bawang merah asal Enrekang dinilai memiliki potensi menembus pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah, dengan syarat konsistensi produksi tetap terjaga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Zulkarnain Kara menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program tersebut.

"Kami menyambut baik HDDAP sebagai solusi konkret menghadapi dampak El Nino. Pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi potensi kekeringan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim. "Dengan kerja cepat dan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian Indonesia akan tetap tangguh," kata Amran.

Di tingkat petani, program ini mendapat sambutan positif. Kadirbali, anggota Kelompok Tani Santabi, mengaku terbantu dengan berbagai dukungan yang diberikan, seperti pompanisasi, benih, dan sarana produksi.

Kementan menegaskan percepatan implementasi HDDAP pada 2026 menjadi prioritas, dengan fokus pada penguatan kelembagaan petani, penyediaan infrastruktur air, serta integrasi hulu-hilir guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hortikultura di lahan kering. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Genjot Tanam Padi Serentak di 38 Daerah Jatim, Kejar Kenaikan LTT 3,4%
Kementan Salurkan 1.900 Liter Pestisida untuk Kendalikan Hama Padi di Pinrang
Kementan Percepat Pemanfaatan Biodiesel untuk Alsintan, Perkuat Program B50
Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional
Ekspor Unggas Indonesia Tembus 545 Ton, Kementan Catat Lonjakan di 2026
Bupati Taput Hadiri Rakornas Antisipasi Kemarau 2026, Usulkan Penguatan Irigasi
komentar
beritaTerbaru