Rabu, 22 April 2026

Indonesia-Polandia Perkuat Kerja Sama Pertanian, Dorong Ketahanan Pangan Global

Rabu, 22 April 2026 10:20 WIB
Indonesia-Polandia Perkuat Kerja Sama Pertanian, Dorong Ketahanan Pangan Global
Wamentan RI, Sudaryono, dengan Wakil Menteri Pertanian Polandia, Małgorzata Gromadzka, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama internasional di sektor pertanian sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, dengan Wakil Menteri Pertanian Polandia, Małgorzata Gromadzka, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menegaskan bahwa Indonesia mengambil posisi terbuka dalam menjalin kerja sama internasional.

Baca Juga: Kementan Percepat Pemanfaatan Biodiesel untuk Alsintan, Perkuat Program B50

Menurutnya, momentum perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pangan nasional.

"Indonesia adalah negara yang terbuka. Kita nonblok dan kita kerja sama dengan siapapun, termasuk mengambil kesempatan yang besar. Kita ingin kerja sama dalam hal ini, kerja sama dagang antara ekspor-impor dan kemudian hal-hal lain seperti investasi," ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan, di tengah tekanan global akibat konflik, perang, dan disrupsi rantai pasok, kerja sama antarnegara tidak bisa lagi bersifat umum.

Kolaborasi harus diwujudkan secara konkret melalui pembukaan akses pasar, penyederhanaan prosedur teknis, serta penguatan investasi dan riset di sektor pertanian.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang dan tantangan perdagangan sejumlah komoditas strategis. Polandia mendorong ekspor produk seperti daging sapi, produk susu, gandum, hingga buah berry.

Sementara itu, Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan standar kesehatan, sertifikasi veteriner, serta proses audit sebelum akses pasar dibuka.

Indonesia juga menyatakan kehati-hatian terhadap komoditas tertentu, seperti unggas, dengan mempertimbangkan faktor keamanan hayati serta perlindungan produksi dalam negeri.

Meski demikian, peluang kerja sama tetap terbuka bagi komoditas lain yang memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan pasar domestik.

Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis yang melampaui aspek perdagangan semata karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan masyarakat.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mentan Apresiasi Penggagalan Penyelundupan 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak
Swasembada Pangan Dipercepat, Mentan Amran Ungkap Strategi Kunci dan Capaian Nasional
Mentan Amran Tegur Lambannya Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Padang Pariaman
Stok Beras Nasional Cetak Rekor, CBP Capai 4,72 Juta Ton
Kementan Dorong Hilirisasi Riset, Pakan Probiotik IPB Tingkatkan Produktivitas Ayam
Belanda Tahan Polandia 1-1, Kokoh di Puncak Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru