Senin, 20 April 2026

Pertanian Indonesia Melesat, Ekspor Naik 28 Persen dan Impor Turun

Senin, 20 April 2026 08:22 WIB
Pertanian Indonesia Melesat, Ekspor Naik 28 Persen dan Impor Turun
Sektor pertanian Indonesia menunjukkan kinerja impresif dengan tren pertumbuhan yang semakin kuat dan menyeluruh.
Capaian ini diraih di tengah penurunan harga beras dunia hingga 44,2 persen. Meski demikian, Indonesia mampu bertahan bahkan menghentikan impor beras, menunjukkan ketahanan sistem produksi nasional yang semakin kuat.

Transformasi menuju pertanian modern menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini. Efisiensi biaya produksi berhasil ditekan hingga 50 persen, sementara produktivitas meningkat hingga 100 persen melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta program pompanisasi dan optimalisasi lahan.

Selain itu, penguatan hilirisasi komoditas strategis seperti kelapa, kakao, kopi, dan sawit terus didorong. Program ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga membuka peluang investasi besar dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Pemerintah juga melakukan reformasi struktural melalui deregulasi kebijakan serta pemberantasan mafia pangan guna memperbaiki sistem distribusi dan produksi.

"Kita bereskan dari hulu sampai hilir. Regulasi kita sederhanakan, mafia kita tindak, distribusi kita perbaiki. Hasilnya sekarang nyata, pertanian kita tumbuh, petani sejahtera, dan Indonesia semakin kuat," ujar Amran.

Dengan capaian tersebut, sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja, serta sumber devisa negara.

Pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut menuju swasembada pangan berkelanjutan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru