Polri Ungkap Peredaran Narkoba Modus Paket Ojol
Jakarta (buseronline.com) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu, ganja, hing
Hukum & Peristiwa 34 menit lalu
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional dalam kondisi aman di tengah ketegangan geopolitik global yang mengganggu rantai pasok dunia.
Bahkan, Indonesia saat ini mencatat surplus pupuk yang membuka peluang ekspor ke sejumlah negara mitra, termasuk India.
Hal tersebut disampaikan Sudaryono usai menerima audiensi Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis.
Menurutnya, ketahanan pupuk nasional tetap kuat meski dunia menghadapi dinamika konflik global. Ia menegaskan bahwa petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk. "Pupuk kita cukup dan tidak terpengaruh kondisi global, bahkan berlebih," ujarnya.
Sudaryono menjelaskan, kapasitas produksi pupuk nasional saat ini mencapai 14,65 juta ton per tahun. Produksi tersebut terdiri dari urea sebesar 9,36 juta ton, NPK 4,52 juta ton, ZA 750 ribu ton, serta ZK 20 ribu ton.
Dari total kapasitas tersebut, pemerintah mencatat adanya kelebihan pasokan sekitar 1,5 juta ton yang berpotensi untuk diekspor.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. "Kita utamakan kebutuhan petani dalam negeri terlebih dahulu. Setelah itu, baru kelebihan bisa diekspor," tegasnya.
India menjadi salah satu negara yang menyatakan minat untuk mengimpor pupuk dari Indonesia. Peluang ini dinilai tidak akan mengganggu pasokan domestik karena adanya perbedaan musim tanam antara kedua negara.
Menanggapi hal tersebut, Chakravorty menyampaikan bahwa India siap menjalin kerja sama impor pupuk melalui skema antar pemerintah atau government to government (G2G). "Jika ada surplus, kami akan sangat senang untuk membelinya dari Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PIHC, Rahmad Pribadi menegaskan bahwa kebijakan ekspor akan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan siklus musim tanam nasional. "Kita tidak akan ekspor saat musim tanam. Ekspor dilakukan hanya ketika kebutuhan dalam negeri benar-benar terpenuhi," jelas Rahmad.
Jakarta (buseronline.com) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu, ganja, hing
Hukum & Peristiwa 34 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada para Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari seluruh Indonesia dalam kegiata
Regional satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya integritas serta upaya pencegahan korupsi dalam pengelo
Hukum & Peristiwa satu jam lalu
Garut (buseronline.com) Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi menutup kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) jenjang Sekolah Dasar ting
Pendidikan 2 jam lalu
Sragen (buseronline.com) Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi SMA Trensains di Kabupaten Sragen, Ra
Pendidikan 3 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional dalam kondisi aman di tengah
Ekonomi 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Pemerintah Indonesia membuka peluang ekspor pupuk urea ke Australia di tengah terganggunya rantai pasok pupuk gl
Ekonomi 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan guna melindungi j
Hukum & Peristiwa 5 jam lalu
Banyumas (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Safari Keagamaan bertema Menjaga Amanah, Merawat Integritas di B
Hukum & Peristiwa 6 jam lalu
Bogor (buseronline.com) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meresmikan unit sekolah baru (USB) SMAN 3 Jonggol di Kabupaten Bogor, Kamis
Pendidikan 7 jam lalu