Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Balikpapan (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan
Pendidikan satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional dalam kondisi aman di tengah ketegangan geopolitik global yang mengganggu rantai pasok dunia.
Bahkan, Indonesia saat ini mencatat surplus pupuk yang membuka peluang ekspor ke sejumlah negara mitra, termasuk India.
Hal tersebut disampaikan Sudaryono usai menerima audiensi Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis.
Menurutnya, ketahanan pupuk nasional tetap kuat meski dunia menghadapi dinamika konflik global. Ia menegaskan bahwa petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk. "Pupuk kita cukup dan tidak terpengaruh kondisi global, bahkan berlebih," ujarnya.
Sudaryono menjelaskan, kapasitas produksi pupuk nasional saat ini mencapai 14,65 juta ton per tahun. Produksi tersebut terdiri dari urea sebesar 9,36 juta ton, NPK 4,52 juta ton, ZA 750 ribu ton, serta ZK 20 ribu ton.
Dari total kapasitas tersebut, pemerintah mencatat adanya kelebihan pasokan sekitar 1,5 juta ton yang berpotensi untuk diekspor.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. "Kita utamakan kebutuhan petani dalam negeri terlebih dahulu. Setelah itu, baru kelebihan bisa diekspor," tegasnya.
India menjadi salah satu negara yang menyatakan minat untuk mengimpor pupuk dari Indonesia. Peluang ini dinilai tidak akan mengganggu pasokan domestik karena adanya perbedaan musim tanam antara kedua negara.
Menanggapi hal tersebut, Chakravorty menyampaikan bahwa India siap menjalin kerja sama impor pupuk melalui skema antar pemerintah atau government to government (G2G). "Jika ada surplus, kami akan sangat senang untuk membelinya dari Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PIHC, Rahmad Pribadi menegaskan bahwa kebijakan ekspor akan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan siklus musim tanam nasional. "Kita tidak akan ekspor saat musim tanam. Ekspor dilakukan hanya ketika kebutuhan dalam negeri benar-benar terpenuhi," jelas Rahmad.
Balikpapan (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan
Pendidikan satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan posko pelayanan khusus guna membantu warga terdampak kebakaran di
Hukum & Peristiwa 2 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri bersama PT PLN (Persero) menggelar Bi
Hukum & Peristiwa 3 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana k
Hukum & Peristiwa 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang sebelumnya dijadwalka
Hukum & Peristiwa 5 jam lalu
Karanganyar (buseronline.com) Ratusan kader dan anggota Tim Penggerak PKK Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, mend
Kesehatan 6 jam lalu
Garut (buseronline.com) Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak para guru untuk menjadi
Pendidikan 7 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi investor asal Kuala Lumpur, Malaysia, The Marq Internationa
Ekonomi 8 jam lalu
Denpasar (buseronline.com) Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat reformasi tata
Pendidikan 9 jam lalu
Tarutung (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang
Kesehatan 9 jam lalu