Sabtu, 18 April 2026

Swasembada Pangan Dipercepat, Mentan Amran Ungkap Strategi Kunci dan Capaian Nasional

Sabtu, 18 April 2026 09:40 WIB
Swasembada Pangan Dipercepat, Mentan Amran Ungkap Strategi Kunci dan Capaian Nasional
Andi Amran Sulaiman.

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap strategi utama di balik keberhasilan percepatan swasembada pangan nasional. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari langkah terukur dan reformasi menyeluruh di sektor pertanian.

Dilansir dari laman Kementan, target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, berhasil dipercepat menjadi hanya satu tahun melalui transformasi besar yang dijalankan Kementerian Pertanian.

Pada awal pemerintahan, sektor pertanian dihadapkan pada berbagai tantangan serius, seperti keterbatasan pupuk, kerusakan jaringan irigasi hingga sekitar 60 persen, serta distribusi sarana produksi yang belum optimal.

Menjawab kondisi tersebut, pemerintah melakukan reformasi besar-besaran dari hulu hingga hilir. "Kenapa produksi kita tinggi? Kenapa bisa stok kita tinggi? Tidak sesederhana yang kita bayangkan," ujar Amran, Selasa.

Salah satu langkah utama adalah reformasi kebijakan dengan menyederhanakan ratusan regulasi. Pemerintah telah menerbitkan sedikitnya 16 Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mempercepat produksi dan distribusi pangan serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Di sektor pupuk, pemerintah memangkas 145 aturan yang sebelumnya melibatkan banyak pihak. Kini distribusi dipercepat melalui jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia sebelum disalurkan ke petani.

Selain itu, alokasi pupuk ditingkatkan menjadi 9,55 juta ton dengan penurunan harga sekitar 20 persen. Pemerintah juga melakukan realokasi anggaran sebesar Rp3,8 triliun dari belanja non-prioritas ke sektor produktif seperti irigasi, benih unggul, pompanisasi, serta alat mesin pertanian.

Upaya intensifikasi dilakukan melalui penggunaan benih unggul dengan produktivitas mencapai 8-10 ton per hektare, pemupukan tepat waktu, serta pompanisasi yang menjangkau sekitar 500 ribu hektare lahan. Program ini turut meningkatkan indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

Selain itu, optimalisasi lahan rawa seluas 800 ribu hektare dan pencetakan sawah baru sekitar 200 ribu hektare semakin memperkuat produksi nasional. Infrastruktur pertanian juga diperkuat melalui pembangunan dan revitalisasi 61 bendungan serta perbaikan jaringan irigasi.

Modernisasi pertanian menjadi bagian penting strategi, dengan pemanfaatan alat dan mesin pertanian, drone, serta teknologi presisi. Langkah ini disebut mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat.

Reformasi kelembagaan juga dilakukan melalui evaluasi dan rotasi ratusan pejabat serta penertiban distribusi pupuk agar lebih tepat sasaran.

Di sisi hilir, pemerintah memperkuat peran Perum BULOG dalam menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan cadangan beras nasional.

Hasilnya, produksi beras nasional pada 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Cadangan beras pemerintah hingga April 2026 mencapai 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik menjadi 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, dan pertumbuhan sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun.

Amran menegaskan, capaian tersebut diraih tanpa impor beras medium, sehingga sepenuhnya ditopang oleh produksi dalam negeri. "Swasembada itu artinya impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara ini tidak impor beras medium. Berarti swasembada sempurna," tegasnya.

Pemerintah memastikan kondisi pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman dan akan terus diperkuat sebagai fondasi ketahanan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pengamat Nilai Hilirisasi Gambir Dorongan Mentan Amran Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Petani
Mentan Amran Tegur Lambannya Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Padang Pariaman
Stok Beras Nasional Cetak Rekor, CBP Capai 4,72 Juta Ton
Polres Kotamobagu Panen Raya Jagung 25 Ton, Dukung Swasembada Pangan 2026
Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat, Kementan Pangkas Target dari 4 Tahun Jadi 1 Tahun
Kementan Dorong Hilirisasi Riset, Pakan Probiotik IPB Tingkatkan Produktivitas Ayam
komentar
beritaTerbaru