Reformasi kelembagaan juga dilakukan melalui evaluasi dan rotasi ratusan pejabat serta penertiban distribusi pupuk agar lebih tepat sasaran.
Di sisi hilir, pemerintah memperkuat peran Perum BULOG dalam menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan cadangan beras nasional.
Hasilnya, produksi beras nasional pada 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Cadangan beras pemerintah hingga April 2026 mencapai 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik menjadi 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, dan pertumbuhan sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun.
Amran menegaskan, capaian tersebut diraih tanpa impor beras medium, sehingga sepenuhnya ditopang oleh produksi dalam negeri. "Swasembada itu artinya impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara ini tidak impor beras medium. Berarti swasembada sempurna," tegasnya.
Pemerintah memastikan kondisi pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman dan akan terus diperkuat sebagai fondasi ketahanan nasional. (R)
beritaTerkait
komentar