Kamis, 04 Juni 2026

Swasembada Pangan Dipercepat, Mentan Amran Ungkap Strategi Kunci dan Capaian Nasional

Sabtu, 18 April 2026 09:40 WIB
Swasembada Pangan Dipercepat, Mentan Amran Ungkap Strategi Kunci dan Capaian Nasional
Andi Amran Sulaiman.
Reformasi kelembagaan juga dilakukan melalui evaluasi dan rotasi ratusan pejabat serta penertiban distribusi pupuk agar lebih tepat sasaran.

Di sisi hilir, pemerintah memperkuat peran Perum BULOG dalam menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan cadangan beras nasional.

Hasilnya, produksi beras nasional pada 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Cadangan beras pemerintah hingga April 2026 mencapai 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik menjadi 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, dan pertumbuhan sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun.

Amran menegaskan, capaian tersebut diraih tanpa impor beras medium, sehingga sepenuhnya ditopang oleh produksi dalam negeri. "Swasembada itu artinya impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara ini tidak impor beras medium. Berarti swasembada sempurna," tegasnya.

Pemerintah memastikan kondisi pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman dan akan terus diperkuat sebagai fondasi ketahanan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan dan Siap Hadapi Tantangan Global
Ahmad Yohan Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Kawal Swasembada Pangan
Kementan Perkuat Pengawalan Program Pertanian di 38 Provinsi Lewat BRMP
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
komentar
beritaTerbaru