Minggu, 24 Mei 2026

Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara

Minggu, 24 Mei 2026 18:02 WIB
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kegiatan panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak BUBK di Kebumen.

Kebumen (buseronline.com) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional serta menghentikan kebocoran kekayaan negara demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri kegiatan panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selama 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis berhasil diraih, khususnya di sektor pangan nasional. Ia menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada beberapa komoditas pangan utama.

"Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan, mungkin 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, capaian tersebut menjadi penting di tengah kondisi global yang dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Karena itu, Indonesia dinilai harus terus memperkuat ketahanan nasional, baik di sektor pangan maupun pertahanan.

"Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita," katanya.

Selain menyoroti ketahanan pangan, Presiden juga menegaskan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ia menekankan bahwa sumber daya alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

"Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir," tegasnya.

Presiden Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 20 Mei 2026 lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti masih adanya kebocoran kekayaan negara yang harus segera dihentikan.

"Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," ucap Presiden.

Ia menegaskan seluruh langkah tersebut dilakukan agar kekayaan bangsa benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara merata.

"Kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja," tandas Presiden.

Kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, serta penghentian kebocoran kekayaan negara disebut menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera. (DKI1)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Prabowo Subianto Tinjau Panen Raya Udang di Kebumen, Warga Sambut Antusias
Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional
Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029
Presiden Prabowo: Peran Swasta Penting dalam Mendorong Kemakmuran Nasional
Wabup Taput Pimpin Panen Raya Ikan Nila BUMDes Saurdot, Dorong Efisiensi Produksi
Program “Istana untuk Anak Sekolah” Beri Pengalaman Berkesan bagi Ratusan Pelajar dan Mahasiswa
komentar
beritaTerbaru