Minggu, 04 Oktober 2026

Prabowo: Teknologi Harus Jadi Solusi Percepat Penyelesaian Masalah Bangsa

Senin, 29 Juni 2026 18:28 WIB
Prabowo: Teknologi Harus Jadi Solusi Percepat Penyelesaian Masalah Bangsa
Presiden Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia Tahun 2026 yang digelar di JICC, Jakarta.

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa.

Menurutnya, kemajuan teknologi membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara masyarakat dan pemerintah sehingga berbagai permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan pemerintah kini dapat menerima berbagai masukan secara langsung dari masyarakat melalui platform digital. Bahkan, usulan yang datang dari masyarakat di daerah terpencil dapat segera ditindaklanjuti.

"Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok saya segera tindak lanjut, saudara-saudara. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," ujar Presiden.

Prabowo mencontohkan, laporan mengenai persoalan yang terjadi di daerah dapat diterima secara langsung melalui teknologi digital sehingga pemerintah mampu memberikan respons dengan lebih cepat. "Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat," katanya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Menurutnya, teknologi dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia, namun juga berpotensi menimbulkan dampak destruktif apabila disalahgunakan.

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi nuklir yang dapat digunakan sebagai sumber energi murah dan relatif bersih, mendukung layanan kesehatan, hingga sektor pertanian. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat menjadi ancaman bagi peradaban manusia jika digunakan sebagai senjata.

Selain itu, Presiden juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk kemunculan AI agent, yang dinilainya menjadi tantangan baru bagi dunia.

Karena itu, Prabowo mendorong para guru besar, profesor, dan kalangan akademisi untuk terus mendalami perkembangan teknologi tersebut agar Indonesia mampu memanfaatkannya secara optimal sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang ditimbulkan.

"Manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Ini nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu," ujar Presiden menutup sambutannya. (DKI1)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Museum Kesaktian Pancasila Direvitalisasi, Dilengkapi Teknologi Digital dan Pengalaman Imersif
Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara di Istana Negara
Prabowo Lantik 10 Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
komentar
beritaTerbaru