Selasa, 26 Mei 2026

Danantara Resmikan Dua Proyek Hijau Pertamina, Bukti Keseriusan Garap Energi Ramah Lingkungan

Senin, 09 Februari 2026 06:06 WIB
Danantara Resmikan Dua Proyek Hijau Pertamina, Bukti Keseriusan Garap Energi Ramah Lingkungan
Perwakilan Danantara Indonesia bersama jajaran Pertamina melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) Proyek Hilirisasi Fase I Pabrik Bioetanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). (Dok/Pertamina)
Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) semakin serius mengembangkan industri energi ramah lingkungan. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meresmikan groundbreaking dua proyek hijau Pertamina, yakni Biorefinery Cilacap di Jawa Tengah dan Pabrik Bioethanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai bagian dari program hilirisasi energi nasional.

Peresmian kedua proyek dilakukan secara serentak dalam acara Peresmian Proyek Hilirisasi Fase I di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat. Kedua fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung swasembada energi berbasis energi bersih sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya dalam negeri.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan bahwa hilirisasi merupakan agenda strategis pemerintah dan menjadi prioritas Presiden RI dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.

“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, proyek hilirisasi ini akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar Rosan.

Senada, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut pembangunan Biorefinery Cilacap dan Bioethanol Glenmore sebagai langkah konkret mendukung transisi energi bersih.

“Program ini diharapkan dapat menurunkan impor avtur dan BBM, mendukung peta jalan Sustainable Aviation Fuel (SAF), sekaligus memperkuat transisi dan swasembada energi di Indonesia,” jelas Simon.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini, yang hadir di Kilang Pertamina Cilacap, menjelaskan bahwa proyek ini selaras dengan strategi Dual Growth Pertamina, yakni mengembangkan bisnis rendah karbon tanpa meninggalkan penguatan bisnis eksisting.

Biorefinery Cilacap dirancang mampu mengolah 6 ribu barel per hari minyak jelantah menjadi energi hijau. Saat ini kilang telah memproduksi 27 kiloliter SAF per hari, dan ditargetkan meningkat menjadi 887 kiloliter pada 2029.

Secara ekonomi, proyek ini diproyeksikan memberi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp199 T per tahun, menyerap sekitar 5.900 tenaga kerja, serta menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 30%. Dari sisi lingkungan, produksi SAF diperkirakan mampu mengurangi emisi sekitar 600 ribu ton setara CO₂.

Emma menambahkan, Pertamina juga melibatkan masyarakat melalui program pengumpulan minyak jelantah dari ribuan rumah tangga di Cilacap.

“Ini proyek percontohan dengan multiplier effect besar, bisa mengurangi impor, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menurunkan emisi karbon,” ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari laman Pertamina, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyampaikan bahwa pembangunan Pabrik Bioethanol Glenmore merupakan hasil kolaborasi Pertamina New and Renewable Energy dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha PTPN.

Pabrik berbasis tebu ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 30 ribu kiloliter bioethanol per tahun, sehingga berpotensi mengurangi impor BBM dan ethanol.

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata menghasilkan energi bersih sekaligus memberdayakan petani tebu dan ekonomi lokal,” kata Agung.

Proyek tersebut diperkirakan menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja lokal, dengan target TKDN 25%, serta mampu mengurangi emisi hingga 66 ribu ton setara CO₂ per tahun.

Pertamina menegaskan kedua proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh pengembangan dilakukan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) untuk memastikan keberlanjutan usaha sekaligus perlindungan lingkungan.

Melalui sinergi pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, proyek-proyek hijau ini diharapkan memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
komentar
beritaTerbaru