Senin, 20 Juli 2026

Seskab Teddy Tegaskan Diplomasi Presiden Prabowo Utamakan Kepentingan Nasional dan Hasil Nyata

Kamis, 05 Februari 2026 11:18 WIB
Seskab Teddy Tegaskan Diplomasi Presiden Prabowo Utamakan Kepentingan Nasional dan Hasil Nyata
Seskab Teddy menjabarkan capaian strategis lainnya, seperti keberhasilan penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa dan kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi di Istana Merdeka, pada Rabu (4/2/2026).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang dilakukan Indonesia selalu diarahkan untuk menghasilkan capaian nyata bagi bangsa dan negara.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat menerima kunjungan sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri, akademisi hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa orientasi diplomasi Presiden Prabowo tercermin dari berbagai capaian strategis Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Salah satunya, Indonesia resmi bergabung dengan BRICS, kelompok negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia yang meliputi Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India.

“Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, di antaranya Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia,” ujar Seskab Teddy.

Selain itu, Teddy menjabarkan sejumlah pencapaian konkret lainnya, antara lain keberhasilan penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa, kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi, serta partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi Amerika Serikat.

“Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pasca penandatanganan, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan,” katanya.

Terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), Seskab Teddy menegaskan bahwa keanggotaan bersifat tidak tetap. Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu, dan dana USD 1 M yang dikaitkan dengan forum tersebut merupakan dana rekonstruksi Gaza, bukan kontribusi wajib.

“Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama tujuh negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan. Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar, maka akan menjadi anggota tetap, namun bila tidak, keanggotaan berlaku selama tiga tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” jelas Teddy.

Lebih lanjut, Seskab menekankan bahwa langkah Indonesia dalam BoP bukan sekadar menghadiri konferensi atau rapat resmi, melainkan upaya nyata untuk terlibat langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina.

Melalui pendekatan diplomasi yang proaktif dan berorientasi pada hasil, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat posisi global sekaligus memastikan setiap kebijakan luar negeri memberikan manfaat strategis bagi rakyat Indonesia dan perdamaian dunia. (DKI1)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
KPK Perkuat Sinergi APH dan Lembaga Pengawasan untuk Berantas Korupsi di Papua
Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan
Zakiyuddin Ajak Kapolres Baru Perkuat Sinergi Wujudkan Belawan Aman dan Bebas Kriminalitas
Bobby Nasution Ajak Dubes Prancis Kunjungi Situs Megalitik Nias, Dorong Kerja Sama Pariwisata
Kominfo Kota Medan Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Bijak dan Kritis
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
komentar
beritaTerbaru