Selasa, 26 Mei 2026

Sekda se-Jateng Diminta Sumarno Fokus pada Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 31 Januari 2026 06:12 WIB
Sekda se-Jateng Diminta Sumarno Fokus pada Tata Kelola Koperasi Merah Putih
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Jawa Tengah di Hotel Bahari Inn, Kota Tegal, Kamis (29/1/2026) malam. (Dok/Jatengprov)

Tegal (buseronline.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno meminta para Sekda kabupaten/kota di wilayahnya memberi perhatian serius terhadap tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pengelolaan yang profesional dinilai penting agar koperasi tersebut tidak mengulang kegagalan Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu.


Hal itu disampaikan Sumarno saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Jawa Tengah di Hotel Bahari Inn, Kota Tegal, Kamis malam.


“KDKMP harus jadi perhatian. Jangan sampai mengulang pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) dulu yang rontok karena problem manajemen,” tegas Sumarno.


Menurutnya, dilansir dari laman Jatengprov, Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dari tingkat desa. Namun, potensi tersebut hanya dapat terwujud jika koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan anggota.


Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Jawa Tengah per Oktober 2025, tercatat sebanyak 8.523 unit Koperasi Merah Putih telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 3.891 unit sudah beroperasi aktif dengan total anggota mencapai 136.112 orang.


Sumarno menilai, rakor Forsesdasi menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi antarsekda yang memiliki tanggung jawab serupa dalam tata kelola pemerintahan daerah.


“Kegiatan ini yang utama adalah silaturahmi. Kita kumpul karena tanggung jawab kita yang sama,” ujarnya.


Ia menambahkan, penguatan sinergi antarsekda sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah, termasuk penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.


Selain itu, Sumarno juga menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis antara sekretaris daerah dan kepala daerah. Komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci stabilitas pemerintahan.


“Komunikasi dan kesamaan frekuensi itu penting agar roda pemerintahan berjalan stabil,” katanya.


Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono turut menegaskan pentingnya kekompakan antara kepala daerah dan sekda. Menurutnya, keterbukaan komunikasi akan mencegah munculnya sekat-sekat birokrasi.


“Yang penting kepala daerah dan sekda satu frekuensi. Kalau tidak pas, saling mengingatkan supaya kebijakan berjalan baik,” ucap Dedy.


Melalui penguatan tata kelola koperasi dan soliditas birokrasi daerah, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
komentar
beritaTerbaru