Rabu, 27 Mei 2026

CJIBF 2025: Jawa Tengah Tawarkan 15 Proyek Investasi Unggulan, Ahmad Luthfi Gaet Investor

Rabu, 30 Juli 2025 12:09 WIB
CJIBF 2025: Jawa Tengah Tawarkan 15 Proyek Investasi Unggulan, Ahmad Luthfi Gaet Investor
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan peluang investasi dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/7/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 sebagai wadah promosi potensi investasi daerah kepada para calon investor, Selasa. Bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta, forum ini menghadirkan langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang secara aktif memaparkan 15 proyek investasi unggulan yang siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer/IPRO).

Mengusung tema “Investasi Inklusif dan Berkelanjutan dalam Mendukung Pangan dan Energi Terbarukan,” CJIBF 2025 menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan para investor domestik maupun mancanegara. Gubernur Luthfi menyampaikan bahwa Jawa Tengah sangat siap menjadi destinasi utama investasi yang berbasis pada ketahanan pangan dan energi terbarukan.

“Investasi di Jawa Tengah tidak hanya menjanjikan keuntungan ekonomi, tapi juga berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Luthfi.

Adapun 15 proyek investasi yang ditawarkan, mencakup berbagai sektor prioritas, antara lain:

Pembangunan PLTM Banjaran dan Logawa (Kab Banyumas)

Pengembangan PLTP Candi Umbul Telomoyo serta proyek Geothermal dan Mineral oleh Geo Dipa Energy

Proyek pengolahan sampah menjadi RDF (Kab Grobogan)

Pengembangan Kawasan Khusus Perikanan Terpadu dan Industri Udang Vaname Terpadu (Kab Cilacap)

Industri perikanan dan garam industri (Kab Pati dan Jepara)

Industri Mokaf (Kab Banjarnegara) dan kelapa terpadu (Kab Cilacap)

Pusat Regional Komoditas Pertanian (PRKP) dan Sub Terminal Agribisnis (Kab Grobogan)

Transformasi TKL Ecopark (Kota Magelang)

Pengembangan wisata Pulau Panjang (Kab Jepara)

Pembangunan Rumah Sakit Berbasis Green Hospital (Kab Semarang)

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa pelaksanaan forum di Jakarta bertujuan untuk menjaring lebih banyak investor potensial, terutama yang mempertimbangkan relokasi dari provinsi lain ke Jawa Tengah.

“Kami jemput bola. Banyak calon investor yang mempertimbangkan Jawa Tengah sebagai lokasi baru. Maka dari itu, kami hadirkan CJIBF langsung di Jakarta,” jelasnya, Senin (28/7/2025).

Sakina menambahkan, tema CJIBF 2025 sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menetapkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional dan pusat pengembangan industri hilir. Pemerintah daerah pun turut memperkuat peran sektor manufaktur dalam mendukung hilirisasi produk pertanian.

Keikutsertaan Gubernur Ahmad Luthfi secara langsung juga memberi sinyal kuat bagi investor tentang komitmen dan kepastian iklim investasi di Jawa Tengah. Sakina menyebut, hal ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemimpin daerah dalam ‘menjual’ potensi daerahnya kepada dunia usaha.

“Ketika kepala daerah hadir langsung, investor akan merasa lebih yakin untuk menanamkan modalnya. Apalagi, investasi yang masuk akan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia usaha, Pemprov Jateng telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2023 terkait insentif investasi. Kebijakan ini mencakup kemudahan pajak daerah, bantuan modal dan riset untuk UMKM, pelatihan vokasi, serta pembiayaan dengan bunga pinjaman rendah.

Jawa Tengah juga diperkuat oleh infrastruktur kawasan industri yang kompetitif, antara lain:

Kendal Industrial Park (KEK Kendal)

Wijayakusuma Industrial Park

Jatengland Industrial Park

Bukit Semarang Baru

KEK Industripolis Batang

Batang Industrial Park

Kawasan Industri Candi

Aksesibilitas wilayah ini juga didukung oleh Tol Trans Jawa, enam bandara, 11 pelabuhan, dan 10 stasiun besar. Dari sisi SDM, Jateng memiliki 1.557 SMK dan 2.002 lembaga pelatihan kerja yang secara rutin mencetak tenaga kerja siap pakai.

Capaian investasi pun menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan I tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp21,85 T, atau 27,89 persen dari target tahunan sebesar Rp78,33 T. Investasi asing (PMA) mendominasi dengan Rp14,08 T, yang berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Hongkong, Singapura, dan Belanda. Sementara itu, investasi dalam negeri (PMDN) mencatat Rp7,77 T.

Sektor industri tekstil menjadi penyumbang investasi terbesar, disusul oleh barang dari kulit dan alas kaki, industri karet dan plastik, industri makanan, serta perumahan dan kawasan industri.

Dari investasi yang masuk, sebanyak 97.550 tenaga kerja telah terserap, dengan penambahan proyek mencapai 20.431 unit.

“Dengan potensi, kemudahan regulasi, dan komitmen pemerintah daerah, Jawa Tengah siap menjadi pusat pertumbuhan investasi nasional yang berbasis inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi rakyat,” pungkas Sakina. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
komentar
beritaTerbaru