Rabu, 27 Mei 2026

Ekspor Jawa Barat Naik 20,54 Persen di Mei 2025, Neraca Perdagangan Surplus 10,39 M USD

Senin, 07 Juli 2025 10:24 WIB
Ekspor Jawa Barat Naik 20,54 Persen di Mei 2025, Neraca Perdagangan Surplus 10,39 M USD
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Darwis Sitorus, memaparkan perkembangan ekspor dan impor Jawa Barat periode Januari–Mei 2025 dalam konferensi pers di Bandung. (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja ekspor Jawa Barat menunjukkan tren positif pada Mei 2025. Nilai ekspor tercatat mencapai 3,33 M USD, meningkat 20,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya, April 2025.

Meski demikian, secara tahunan (year-on-year), ekspor Jawa Barat mengalami sedikit penurunan sebesar 0,41 persen dibandingkan Mei 2024. Secara kumulatif, total ekspor Jawa Barat sepanjang Januari hingga Mei 2025 mencapai 15,40 M USD. Angka ini meningkat 2,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 14,98 M USD.

“Sektor industri masih mendominasi nilai ekspor Jawa Barat dengan kontribusi sebesar 98,61 persen, diikuti sektor migas 0,76 persen, dan sektor pertanian 0,62 persen,” ujar Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, dalam konferensi pers di Bandung.

Darwis menyebutkan, golongan barang ekspor terbesar masih didominasi oleh kendaraan dan bagiannya senilai 3,27 M USD, disusul oleh mesin dan perlengkapan elektrik sebesar 2,50 M USD, serta mesin dan peralatan mekanis senilai 1,18 M USD.

Dari sisi negara tujuan ekspor, Amerika Serikat masih menjadi mitra dagang utama Jawa Barat dengan nilai ekspor mencapai 2,46 M USD sepanjang Januari–Mei 2025. Disusul oleh Filipina sebesar 1,40 M USD dan Jepang sebesar 1,15 M USD.

Sementara itu, pada sisi impor, Jawa Barat justru mencatatkan penurunan. Dibandingkan April 2025, nilai impor pada Mei 2025 turun 0,82 persen menjadi 1,03 M USD. Penurunan juga terjadi secara tahunan, yakni sebesar 7,14 persen dibandingkan Mei 2024. Secara kumulatif, impor Jawa Barat sepanjang Januari–Mei 2025 tercatat sebesar 5,01 M USD, atau menurun 2,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 5,12 M USD.

“Dari struktur penggunaannya, impor terbesar didominasi oleh bahan baku dan penolong sebesar 79,94 persen, kemudian barang modal sebesar 11,33 persen, dan barang konsumsi sebesar 8,73 persen,” jelas Darwis.

Berdasarkan kelompok barang, impor terbesar berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik senilai 666 juta USD, mesin dan peralatan mekanis sebesar 435 juta USD, serta plastik dan barang dari plastik senilai 370 juta USD.

Negara pemasok utama impor ke Jawa Barat masih didominasi oleh Tiongkok dengan nilai 1,594 M USD, diikuti Jepang sebesar 673 juta USD, dan Korea Selatan sebesar 612 juta USD.

“Kenaikan ekspor dan turunnya impor ini mendorong neraca perdagangan Jawa Barat surplus sebesar 10,39 M USD. Surplus terutama terjadi dalam perdagangan dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Namun, kita masih mengalami defisit perdagangan dengan Tiongkok dan Taiwan,” pungkas Darwis. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
komentar
beritaTerbaru