Rabu, 27 Mei 2026

Ahmad Luthfi Dorong Pembukaan Rute Perintis Baru Pascapenerbangan Semarang–Karimunjawa

Minggu, 06 Juli 2025 12:39 WIB
Ahmad Luthfi Dorong Pembukaan Rute Perintis Baru Pascapenerbangan Semarang–Karimunjawa
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Susi Pudjiastuti berpose di dalam pesawat usai melepas penerbangan perdana rute Semarang-Karimunjawa bersama rombongan, sebagai bagian dari pengembangan konektivitas udara antarwilayah di Jateng, Jumat (4/7/2025). (Do
Semarang (buseronline.com) - Penerbangan perdana rute Semarang–Karimunjawa yang diresmikan Jumat, menjadi momentum penting dalam mendorong konektivitas antarwilayah serta pertumbuhan ekonomi daerah di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan penerbangan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat konektivitas ke pulau-pulau terluar dan membuka peluang penerbangan perintis di berbagai wilayah.

“Ini bukti komitmen untuk menumbuhkan ekonomi wilayah kita agar merata. Pulau-pulau terluar daerah kita akan dikoneksikan dengan adanya suatu penerbangan,” ujar Gubernur Luthfi saat menghadiri Inaugural Flight Susi Air rute Semarang–Karimunjawa di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang.

Gubernur menyebut akan mengkaji potensi pembukaan rute penerbangan perintis lain, mengingat beberapa wilayah di Jateng telah memiliki bandara kecil seperti di Blora, Purbalingga, dan Cilacap.

Ia menilai, penerbangan perintis juga akan menunjang status Bandara Ahmad Yani sebagai bandara internasional untuk penumpang dan logistik, serta mendukung peran Bandara Adi Soemarmo Solo yang telah ditetapkan menjadi bandara internasional khusus haji.

“Secara tidak langsung, ini menegaskan kehadiran negara dalam mempercepat investasi,” tegasnya.

Gubernur menambahkan, Pemprov akan melibatkan berbagai pihak seperti BUMD, BUMN, dan pelaku usaha, termasuk HIPMI dan Kadin, untuk memperkuat ekosistem transportasi udara. Ia menekankan bahwa percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada akses transportasi yang cepat dan efisien.

Gubernur Luthfi juga menyoroti pentingnya konektivitas udara dalam memperkuat kerja sama antarprovinsi. Ia menyebut kerja sama yang telah terjalin dengan Kepulauan Riau, Maluku Utara, dan Lampung, terutama di sektor pariwisata, akan lebih maksimal jika ditunjang jalur transportasi udara.

“Di Kepulauan Riau itu ada event organizer untuk kegiatan internasional, kita akan bawa ke sini. Tugas Gubernur, Bupati, dan Wali Kota adalah manajer marketing. Dan Jateng itu menarik,” ujarnya optimis.

Sementara itu, pendiri dan pemilik maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti, menegaskan komitmennya untuk membuka akses ke wilayah-wilayah terisolasi, baik di luar maupun di dalam Pulau Jawa. Menurutnya, konektivitas udara menjadi solusi efisien untuk mempercepat mobilitas, terutama di daerah-daerah dengan akses darat dan laut yang terbatas.

“Adanya breakthrough transportation ini, dengan udara akan mempercepat, seperti ke Karimunjawa hanya satu jam dari Semarang. Kalau lewat laut bisa delapan jam, dan kalau ada ombak besar tidak bisa lewat,” jelas Susi.

Ia juga menyoroti potensi rute-rute lain seperti Semarang–Cilacap yang jika ditempuh lewat darat membutuhkan waktu hingga 5 jam. Dengan penerbangan langsung, jarak tempuh bisa dipersingkat secara drastis sehingga membuka peluang investasi yang lebih besar.

“Kebanyakan orang penting itu yang tidak banyak dimiliki adalah waktu. Uang mereka banyak, modal besar, tapi waktunya tidak banyak. Breakthrough flight ini bisa hidupkan ekonomi dan pariwisata,” kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu.

Susi juga menyatakan bahwa Bandara Ahmad Yani akan semakin layak menyandang status internasional jika memiliki banyak rute pengumpan (feeder) ke berbagai kota kecil di sekitarnya. Ia bahkan menyatakan kesiapan Susi Air untuk menambah frekuensi dan membuka rute baru di wilayah Jateng.

“Kalau Karimunjawa–Semarang butuh 4–5 penerbangan per hari, kita siap. Mau Semarang–Cilacap, kita siap. Rencana kita juga ada Jogja–Semarang. Tadi saya coba, cuma 30 menit. Kalau pakai mobil masih 2–3 jam. Kami siap menerbangi semua kota/kabupaten di Jateng ke ibu kota provinsi,” tandas Susi.

Penerbangan perdana rute Semarang–Karimunjawa ini menjadi simbol kebangkitan konektivitas udara di wilayah Jawa Tengah, sekaligus langkah strategis untuk memperluas aksesibilitas, membuka peluang investasi, dan mengembangkan potensi pariwisata berbasis konektivitas cepat dan efisien. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
komentar
beritaTerbaru