Rabu, 27 Mei 2026

Pertamina NRE dan MGH Energy Perkuat Kerja Sama Pengembangan E-Fuels untuk Dekarbonisasi Transportasi

Sabtu, 07 Juni 2025 12:20 WIB
Pertamina NRE dan MGH Energy Perkuat Kerja Sama Pengembangan E-Fuels untuk Dekarbonisasi Transportasi
Petugas Pertamina tengah mengoperasikan truk tangki berisi Sustainable Aviation Fuel (SAF) di area bandara.
Jakarta (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat komitmennya dalam transisi energi bersih melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Prancis, MGH Energy.

Seperti dilansir dari laman Pertamina, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan electrofuel atau e-fuels sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

Kerja sama ini diumumkan dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Prancis pada 28 Mei 2025. Kolaborasi ini menandai langkah maju dalam inovasi energi bersih di Indonesia dengan mengedepankan pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, air, dan angin.

CEO Pertamina NRE, John Anis menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan target pemerintah yang cukup ambisius dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Indonesia memiliki potensi sumber daya terbarukan yang sangat besar, dari energi surya hingga hidro, yang bisa menjadi fondasi bagi produksi e-fuels berskala industri,” ujarnya.

John menjelaskan bahwa e-fuels seperti e-metanol dan eSAF (e-Sustainable Aviation Fuel) menjadi solusi inovatif untuk pengurangan emisi karbon, terutama di sektor transportasi laut dan udara.

E-metanol merupakan bahan bakar sintetik yang dihasilkan dari kombinasi hidrogen hijau dan karbon dioksida yang ditangkap, dan umumnya digunakan di industri pelayaran maupun industri kimia.

Sementara eSAF diproduksi melalui proses elektrolisis menggunakan energi terbarukan dan ditujukan untuk sektor penerbangan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mendorong dekarbonisasi, tetapi juga berpotensi mempercepat transfer teknologi serta memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengapresiasi langkah proaktif Pertamina NRE dalam menjajaki solusi energi bersih melalui sinergi internasional.

“Kami mendukung penuh pengembangan energi baru terbarukan yang memberikan manfaat luas, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pemerintah,” ujarnya.

Secara global, pengembangan e-fuels dan eSAF telah menjadi bagian dari agenda transisi energi di berbagai negara. Jerman telah mengoperasikan pabrik e-fuel skala besar di Patagonia, sementara Jepang dan Amerika Serikat aktif mendorong riset dan pemberian insentif fiskal.

Indonesia diharapkan mampu menangkap peluang ini, dengan dukungan dari sisi regulasi, infrastruktur, investasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, untuk menjadi salah satu pusat produksi bahan bakar bersih terbesar di kawasan ASEAN.

MGH Energy sendiri merupakan perusahaan Prancis yang fokus pada pengurangan emisi karbon di sektor transportasi, khususnya transportasi laut dan udara, melalui pengembangan bahan bakar terbarukan seperti e-metanol dan e-jet.

Dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki, MGH Energy siap berkontribusi dalam akselerasi transisi energi di Indonesia. (R)

Pertamina NRE dan MGH Energy Perkuat Kerja Sama Pengembangan E-Fuels untuk Dekarbonisasi Transportasi

Jakarta (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat komitmennya dalam transisi energi bersih melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Prancis, MGH Energy.

Seperti dilansir dari laman Pertamina, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan electrofuel atau e-fuels sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

Kerja sama ini diumumkan dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Prancis pada 28 Mei 2025. Kolaborasi ini menandai langkah maju dalam inovasi energi bersih di Indonesia dengan mengedepankan pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, air, dan angin.

CEO Pertamina NRE, John Anis menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan target pemerintah yang cukup ambisius dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Indonesia memiliki potensi sumber daya terbarukan yang sangat besar, dari energi surya hingga hidro, yang bisa menjadi fondasi bagi produksi e-fuels berskala industri,” ujarnya.

John menjelaskan bahwa e-fuels seperti e-metanol dan eSAF (e-Sustainable Aviation Fuel) menjadi solusi inovatif untuk pengurangan emisi karbon, terutama di sektor transportasi laut dan udara.

E-metanol merupakan bahan bakar sintetik yang dihasilkan dari kombinasi hidrogen hijau dan karbon dioksida yang ditangkap, dan umumnya digunakan di industri pelayaran maupun industri kimia.

Sementara eSAF diproduksi melalui proses elektrolisis menggunakan energi terbarukan dan ditujukan untuk sektor penerbangan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mendorong dekarbonisasi, tetapi juga berpotensi mempercepat transfer teknologi serta memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengapresiasi langkah proaktif Pertamina NRE dalam menjajaki solusi energi bersih melalui sinergi internasional.

“Kami mendukung penuh pengembangan energi baru terbarukan yang memberikan manfaat luas, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pemerintah,” ujarnya.

Secara global, pengembangan e-fuels dan eSAF telah menjadi bagian dari agenda transisi energi di berbagai negara. Jerman telah mengoperasikan pabrik e-fuel skala besar di Patagonia, sementara Jepang dan Amerika Serikat aktif mendorong riset dan pemberian insentif fiskal.

Indonesia diharapkan mampu menangkap peluang ini, dengan dukungan dari sisi regulasi, infrastruktur, investasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, untuk menjadi salah satu pusat produksi bahan bakar bersih terbesar di kawasan ASEAN.

MGH Energy sendiri merupakan perusahaan Prancis yang fokus pada pengurangan emisi karbon di sektor transportasi, khususnya transportasi laut dan udara, melalui pengembangan bahan bakar terbarukan seperti e-metanol dan e-jet.

Dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki, MGH Energy siap berkontribusi dalam akselerasi transisi energi di Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
komentar
beritaTerbaru