Kamis, 04 Juni 2026

Mentan Optimis Indonesia Capai Swasembada Beras Tanpa Impor Tahun Ini

Rabu, 04 Juni 2025 12:40 WIB
Mentan Optimis Indonesia Capai Swasembada Beras Tanpa Impor Tahun Ini
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan keterangan persnya usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/6/2025). (Dok/BPMI Setpres)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimisme bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada beras tanpa perlu melakukan impor pada tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan dalam keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

“Target dari Bapak Presiden, awalnya kita rencanakan swasembada dalam empat tahun, lalu dipercepat menjadi tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor,” ujar Mentan.

Amran menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini telah menembus angka lebih dari 4 juta ton. Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam 57 tahun terakhir, bahkan melebihi rekor sebelumnya sebesar 3 juta ton yang terjadi pada tahun 1984.

“Ini capaian tertinggi sejak 57 tahun. Pernah kita capai 3 juta ton pada tahun 1984, dan sekarang sudah lebih dari 4 juta ton,” jelasnya.

Selain stok beras, Mentan juga menyoroti capaian nilai tukar petani (NTP) yang menunjukkan tren membaik. Dengan dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan, pemerintah menargetkan NTP sebesar 110.

Namun hingga Mei 2025, angka tersebut telah melampaui target dengan capaian 121. “Ini jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada bulan yang sama, yaitu 116,” kata Amran.

Sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga pangan, pemerintah menyiapkan program bantuan sosial berupa beras sebanyak 180 ribu ton per bulan selama dua bulan ke depan. Total beras yang akan disalurkan mencapai 360 ribu ton.

“Bantuan ini difokuskan untuk wilayah nonpenghasil beras seperti Papua, Maluku, dan daerah-daerah perkotaan. Distribusinya bisa langsung untuk dua bulan sekaligus,” jelasnya.

Sementara itu, untuk wilayah penghasil beras, terutama di Pulau Jawa, pemerintah tetap akan menjaga agar harga di tingkat petani tetap menguntungkan, namun tidak membebani konsumen.

“Ini strategi kita agar harga di tingkat petani tetap baik, dan di tingkat konsumen juga tetap terjangkau,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Mentan memastikan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Ia menambahkan bahwa penyerapan gabah dari petani diperkirakan akan mencapai 400 hingga 500 ribu ton pada bulan ini.

“Karena yang kita keluarkan hanya 360 ribu ton, dan kemungkinan serapan bulan ini bisa mencapai 400 sampai 500 ribu ton,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong LKP Mendunia, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026
Kementan dan BUMN Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone
Prabowo Terima Menlu Türkiye Hakan Fidan, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah
Personel Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Distrik Muara Puncak Jaya
Bupati Taput Buka FGD Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Daerah 2027-2045
komentar
beritaTerbaru