Rabu, 27 Mei 2026

Keberhasilan Strategis: Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Wujudkan Ekspor Jagung Perdana

Minggu, 01 Juni 2025 18:29 WIB
Keberhasilan Strategis: Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Wujudkan Ekspor Jagung Perdana
Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, menunjukkan hasil panen jagung pada kegiatan panen raya di Jakarta, Rabu (28/5/2025). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam sektor pangan nasional dengan dimulainya ekspor jagung perdana ke pasar internasional.

Keputusan pemerintah untuk menghentikan impor jagung dan mengalihkan fokus menjadi eksportir komoditas strategis ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri yang menyatakan keberhasilan tersebut sebagai hasil dari kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terkoordinasi.

Irwasum Polri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo SH MHum MM, selaku Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, menegaskan bahwa keberhasilan swasembada jagung adalah implementasi nyata dari konsep human security, di mana ketahanan pangan menjadi pondasi dari stabilitas sosial dan nasional.

"Kebijakan pemerintah untuk menghentikan impor jagung dan beralih menjadi eksportir, seperti disampaikan Wakil Menteri Pertanian, adalah bukti nyata efektivitas sinergi antara Kementerian Pertanian, TNI, Polri, Pemda, petani, dan swasta," ujar Komjen Dedi.

"Polri terlibat aktif dalam seluruh rantai produksi—mulai dari pendataan, penanaman, panen, hingga distribusi—guna memastikan target swasembada tercapai," tambahnya.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam gelaran Public Hiring yang digelar pada Rabu (28/5/2025), menyampaikan bahwa produksi jagung nasional mengalami kenaikan signifikan sebesar 39 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Peningkatan ini memungkinkan Indonesia tak hanya menghentikan impor, tapi juga memulai ekspor, terutama dari wilayah sentra produksi seperti Gorontalo," ujar Wamentan.

Peningkatan ini tidak hanya menjadi tonggak pencapaian produksi, namun juga menjadi penanda bahwa ketahanan pangan nasional telah memasuki fase surplus strategis.

Sejak resmi dibentuk pada 20 November 2024, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri mencatat sederet capaian nyata, di antaranya:

Total Lahan Terkelola: 445.600,49 hektare
(Program 1: 17.331,25 Ha | Program 2: 428.269,24 Ha)

Pendataan Komprehensif: Meliputi data petani, kelompok tani (Poktan), alat dan mesin pertanian, distribusi benih dan pupuk, serta alat pengering (dryer).

Dengan pendekatan berbasis data dan pengawasan melekat, Gugus Tugas ini tidak hanya mendampingi petani dalam proses budidaya, tetapi juga mengawasi distribusi sarana produksi agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.

Menurut Komjen Dedi, keterlibatan Polri dalam sektor pangan adalah bagian dari komitmen institusional untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), yang selaras dengan Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat secara ekonomi.

“Dukungan Polri dalam manajemen rantai pasok jagung adalah bagian integral dari pemeliharaan Kamtibmas. Swasembada pangan adalah bentuk kedaulatan negara yang nyata,” tegasnya.

Gugus Tugas ini juga berperan dalam pencegahan penimbunan, pengawasan distribusi pupuk dan benih bersubsidi, serta efisiensi logistik dari hulu ke hilir. Sinergi yang diciptakan menjadi contoh nyata penerapan pendekatan keamanan berbasis kesejahteraan.

Langkah pemerintah dalam memulai ekspor jagung menjadi momen strategis yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi berada pada posisi defisit pangan pokok. Kolaborasi institusi seperti Polri, Kementerian Pertanian, TNI, serta pelaku usaha, diyakini akan menjadi kekuatan utama dalam mendukung sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Dengan infrastruktur data, pengawasan rantai pasok, dan dukungan distribusi, Gugus Tugas Ketahanan Pangan POLRI akan terus mengawal keberlanjutan program ini demi menjamin kesejahteraan petani dan kemandirian pangan Indonesia di masa depan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
komentar
beritaTerbaru