Selasa, 26 Mei 2026

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pengadaan Beras dan Subsidi Pupuk

Senin, 26 Mei 2025 10:30 WIB
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pengadaan Beras dan Subsidi Pupuk
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan dukungan pemerintah terhadap program ketahanan pangan nasional dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Jumat (23/05/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penguatan stok beras dan reformasi distribusi pupuk bersubsidi.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN Kita yang berlangsung di Jakarta, Jumat.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,58 T untuk Perum Bulog dalam pengadaan beras dan setara beras pada tahun anggaran 2025.

Hingga 15 Mei 2025, realisasi anggaran telah mencapai Rp15,15 T atau sekitar 91%. Dana tersebut digunakan untuk pembelian gabah sebanyak 1,46 juta ton senilai Rp9,5 T dan 0,47 juta ton beras setara Rp5,65 T.

Bulog sebagai operator investasi pemerintah menjadi ujung tombak dalam penyerapan gabah petani. Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, mengawal realisasi anggaran dan reformasi sistem pendukung ketahanan pangan nasional.

Laporan ini disampaikan Wamenkeu di Jakarta dalam forum resmi pemerintah. Serapan gabah dan beras sendiri dilakukan di berbagai wilayah selama masa panen berjalan, hingga pertengahan Mei 2025.

Wamenkeu menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan mendukung petani saat panen.

Selain itu, peningkatan produksi padi nasional berkontribusi besar pada pertumbuhan sektor pertanian yang tercatat mencapai lebih dari 10% pada kuartal pertama 2025.

Selain pengadaan beras, pemerintah juga melakukan reformasi signifikan dalam sistem penyaluran pupuk bersubsidi. Melalui terbitnya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, sebanyak 145 regulasi terkait pupuk dipangkas.

Perubahan ini memungkinkan distribusi pupuk bersubsidi langsung ke kelompok tani, mempersingkat jalur distribusi, dan meningkatkan efisiensi.

Dengan reformasi ini, petani mendapatkan akses lebih cepat terhadap pupuk, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian.

Stok beras nasional pun tercatat mencapai 3,73 juta ton—level tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Peningkatan produksi beras sebesar 25,7% dibandingkan periode Januari-April 2024 juga memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional.

“Dengan penyederhanaan tata kelola dan dukungan anggaran yang optimal, kita berharap produktivitas dan kesejahteraan petani meningkat secara signifikan,” tutup Wamenkeu Suahasil. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
komentar
beritaTerbaru