Rabu, 27 Mei 2026

Kementan Dukung P2SP: KUD Bayongbong Tingkatkan Produksi Susu Hingga 25 Liter per Sapi

Kamis, 15 Mei 2025 12:41 WIB
Kementan Dukung P2SP: KUD Bayongbong Tingkatkan Produksi Susu Hingga 25 Liter per Sapi
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, meninjau kandang sapi perah di KUD Bayongbong, Garut, Jawa Barat, Minggu (11/5/2025), dalam rangka mendorong peningkatan produksi susu melalui Program P2SP. (Dok/Humas PKH)
Garut (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produksi susu nasional melalui Program Peningkatan Produksi Susu Per Ekor (P2SP). Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sapi perah, dari rata-rata 8 liter menjadi 25 liter per ekor per hari, guna mendukung kesejahteraan peternak dan daya saing industri susu dalam negeri.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, saat melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Unit Desa (KUD) Bayongbong di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu.

Dalam kesempatan itu, Makmun mengungkapkan bahwa peningkatan produktivitas susu harus menjadi prioritas agar industri susu nasional semakin berdaya saing, dan peternak lebih sejahtera.

“Upaya seperti P2SP harus kita dorong agar peternak lebih sejahtera dan industri susu dalam negeri semakin kuat,” kata Makmun saat berdialog dengan pengurus koperasi.

Kunjungan Kementan ini juga bertujuan untuk meninjau kondisi lapangan serta capaian awal pelaksanaan program P2SP di KUD Bayongbong. Koperasi ini sebelumnya sempat mengalami masa kejayaan pada era 1990-an, dengan produksi susu mencapai 30 ton per hari.

Namun, dalam dua dekade terakhir, produksi susu koperasi ini menurun drastis hingga hanya 6,2 ton per hari. Penurunan ini terutama disebabkan oleh keterbatasan hijauan pakan serta dampak dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).

General Manajer KUD Bayongbong, Taryat Ali Nursidik, menjelaskan bahwa mayoritas peternak masih mengandalkan jerami dan rumput lapang sebagai pakan utama, yang berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas susu yang dihasilkan.

Saat ini, kadar total solid susu rata-rata hanya mencapai 11,9%, dengan Total Plate Count 500 ribu. Selain itu, harga jual susu di tingkat peternak sebesar Rp7.350 per liter masih lebih rendah dibandingkan harga di pabrik yang mencapai Rp8.150 per kilogram.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KUD Bayongbong mulai menerapkan berbagai komponen dalam program P2SP. Salah satunya adalah mekanisasi pakan dengan menggunakan mesin chopper untuk produksi silase jagung. Silase ini kemudian dikemas dalam tong plastik kapasitas 150 liter dan dijual ke peternak seharga Rp1.000 per kilogram.

Selain itu, koperasi juga mengusulkan bantuan 1.500 unit wadah pemerahan berbahan food grade, yang lebih higienis dibandingkan dengan ember plastik yang rentan terhadap pencemaran mikroba. KUD Bayongbong juga mengajukan penambahan 1.000 ekor sapi perah impor guna mendukung skala usaha dan meningkatkan produksi susu.

Edukasi menjadi bagian penting dalam program ini, salah satunya melalui kanal YouTube Sobatdrh & Bank Pakan. Kanal ini menyajikan informasi mengenai manajemen laktasi, keseimbangan pakan, serta pentingnya Body Condition Score (BCS) dan Dry Matter Intake (DMI) dalam menentukan produksi susu yang optimal.

Kementerian Pertanian memastikan akan terus mendampingi koperasi dan peternak dalam pelaksanaan P2SP. Pendampingan ini mencakup penyuluhan, bantuan teknis, serta penyediaan sarana produksi seperti peralatan pemerahan berbahan higienis dan fasilitas pembuatan pakan fermentasi.

“Peningkatan produksi susu nasional tidak bisa dilepaskan dari penguatan kelembagaan peternak dan transformasi menuju budidaya sapi perah yang efisien dan berorientasi pada mutu,” tutup Makmun.

Dengan implementasi program P2SP, diharapkan KUD Bayongbong dan peternak lainnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu mereka, sekaligus mendongkrak kesejahteraan peternak dan memajukan industri susu nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
komentar
beritaTerbaru